Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

NTB Tawarkan Potensi Garam Berkualitas Tinggi, Gubernur Desak Pengusaha Masuk ke Sektor Ini

2026-07-29 17:07 WIB · aindari · 👁 630 dibaca

Dengan lahan lebih dari 6.000 hektare dan kadar NaCl mencapai 96 persen, garam NTB dinilai setara kualitas Australia namun belum menarik minat investor.

Nusa Tenggara Barat menyimpan potensi garam yang belum tergarap secara serius oleh dunia usaha. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyerukan kepada para pelaku usaha agar mulai melirik sektor ini sebagai peluang investasi yang menjanjikan, sekaligus sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Iqbal menyampaikan hal itu saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus KADIN NTB di Mataram, Rabu. Ia menyebut garam yang diproduksi di NTB memiliki kandungan NaCl antara 95 hingga 96 persen — angka yang disebutnya setara dengan kualitas garam dari Australia. Meski demikian, hingga kini belum ada pengusaha yang tertarik untuk mengembangkannya secara serius.

Menurut Iqbal, selama ini industri garam di NTB masih didominasi petani skala kecil. Padahal, lahan garam yang tersedia sudah melampaui 6.000 hektare. Ia mendorong KADIN untuk mulai masuk ke sektor ketahanan pangan, termasuk garam, karena potensinya dinilai besar namun belum menghasilkan nilai tambah yang optimal. Pemerintah NTB, kata dia, siap memfasilitasi dan mendukung investor yang berminat masuk ke sektor ini.

Dukungan terhadap pengembangan garam NTB juga datang dari tingkat nasional. Berdasarkan kajian Kementerian Kelautan dan Perikanan, NTB masuk dalam daftar calon lokasi sentra garam nasional, didukung oleh ketersediaan lahan yang luas serta komitmen pemerintah daerah. Program sentra industri garam yang terintegrasi dari hulu ke hilir menjadi salah satu instrumen pemerintah pusat untuk mencapai target swasembada garam industri di Indonesia.

Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie turut menyatakan ketertarikannya setelah mengetahui kualitas garam NTB yang ternyata mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Ia menyebut potensi ini layak dikembangkan sebagai bagian dari agribisnis dan hilirisasi di NTB. KADIN Indonesia pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan tersebut melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk mempromosikan peluang investasi kepada jaringan investor dan puluhan duta besar yang selama ini terhubung dengan KADIN.

Anindya juga menyoroti daya tarik NTB secara keseluruhan sebagai tujuan investasi. Selain garam, ia menyebut agribisnis, hilirisasi, pariwisata, dan energi terbarukan sebagai sektor-sektor unggulan yang bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. NTB disebut sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbesar, dengan tingkat inflasi yang relatif terjaga di kisaran 5 persen.

Tag: garam NTB, investasi pertanian, ketahanan pangan, KADIN, hilirisasi