Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

IOM: Ratusan Ribu Warga Afrika Dijebak Jaringan Penipuan Daring Berkedok Lowongan Kerja

2026-07-29 17:13 WIB · aindari · 👁 383 dibaca

IOM memperingatkan meluasnya perdagangan manusia yang memaksa korban dari Afrika dan Asia bekerja di kompleks penipuan daring ilegal.

Ratusan ribu orang di berbagai penjuru Afrika kini menghadapi ancaman perdagangan manusia yang terhubung langsung dengan operasi penipuan daring berskala besar. Peringatan itu disampaikan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Selasa, 28 Juli, menyoroti bagaimana jaringan kriminal terorganisasi meraup miliaran dolar setiap tahun dari bisnis ilegal ini.

Menurut IOM, para pencari kerja di kawasan Afrika Timur, Tanduk Afrika, dan Afrika bagian selatan menjadi sasaran utama jaringan tersebut. Modusnya adalah iming-iming pekerjaan di luar negeri yang ternyata berujung pada pemaksaan korban untuk terlibat dalam aktivitas kriminal. Warga negara Kenya, Ethiopia, dan negara-negara tetangga dilaporkan telah dibawa ke kompleks penipuan yang beroperasi di kawasan Asia.

Direktur Regional IOM untuk Afrika Timur, Tanduk Afrika, dan Afrika Bagian Selatan, Frantz Celestin, menegaskan bahwa ditemukannya warga Afrika Timur di antara korban yang berhasil diselamatkan membuktikan ancaman ini bukan lagi sesuatu yang jauh dari kenyataan. Ia menyebut jaringan kriminal secara aktif membidik para pencari kerja di kawasan itu dengan janji-janji palsu tentang peluang kerja di luar negeri. Pernyataan tersebut dirilis di Nairobi, ibu kota Kenya.

IOM merilis peringatan ini menjelang Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia yang diperingati setiap 30 Juli. Tahun ini, tema yang diusung adalah "Trapped Behind the Scam" atau "Terjebak di Balik Penipuan" — sebuah frasa yang menggambarkan kondisi nyata para korban yang terperangkap dalam operasi penipuan daring paksa.

Data yang dihimpun IOM menunjukkan skala persoalan ini cukup luas secara geografis. Sepanjang periode 2022 hingga 2025, lembaga tersebut telah membantu lebih dari 3.500 korban perdagangan manusia untuk kejahatan paksa di seluruh kawasan Asia Tenggara. Para korban berasal dari 39 negara, dengan jumlah terbesar tercatat dari Indonesia, India, Sri Lanka, Ethiopia, Kenya, dan Bangladesh — menandakan bahwa fenomena ini menyentuh dua benua sekaligus.

Kasus-kasus ini mencerminkan pola eksploitasi yang memanfaatkan kerentanan ekonomi. Jaringan kriminal menyasar mereka yang tengah mencari penghidupan lebih baik di luar negeri, lalu menjebak mereka dalam kondisi kerja paksa yang sulit untuk keluar. IOM menekankan bahwa meningkatnya ancaman semacam ini menuntut kewaspadaan lebih besar dari pemerintah, masyarakat, dan para pencari kerja itu sendiri.

Tag: perdagangan manusia, IOM, penipuan daring, Afrika, kerja paksa