Berau Jadi Ujung Tombak Kaltim Lawan Stunting Lewat Ikan Murah Berbasis Lokal
2026-07-30 06:04 WIB · aindari · 👁 648 dibaca

Pemprov Kaltim menunjuk Kabupaten Berau sebagai proyek percontohan penyediaan protein ikan terjangkau guna menekan angka stunting di provinsi tersebut.
Kabupaten Berau resmi ditunjuk sebagai daerah percontohan penyediaan protein ikan murah berbasis komoditas lokal oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Program ini dirancang sebagai salah satu strategi utama menekan angka stunting di provinsi yang dikenal dengan sebutan Bumi Etam itu.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Berau pada Rabu. Menurutnya, penurunan stunting dapat dicapai secara efektif apabila kebutuhan gizi keluarga terpenuhi, dan salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan potensi perikanan lokal yang melimpah sekaligus memastikan harganya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap langkah yang diambil Berau dapat segera direplikasi oleh kabupaten dan kota lain di Kaltim.
Rudy mengakui bahwa Kalimantan Timur sebetulnya memiliki kekayaan sumber daya perikanan, baik dari laut maupun perairan darat. Namun potensi besar itu dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas. Melalui sinergi dengan kepala daerah seperti Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Pemprov Kaltim ingin memastikan produk perikanan tidak sekadar menjadi komoditas ekonomi, melainkan benar-benar memberi manfaat gizi langsung kepada warga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
Dari sisi kandungan gizi, ikan lokal disebut tidak kalah dibandingkan bahan pangan impor, namun dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih murah. Ikan juga dinilai sebagai sumber protein hewani yang krusial untuk tumbuh kembang anak serta pencegahan gangguan pertumbuhan janin atau fetal growth restriction.
Untuk memperluas dampak program ini, Gubernur Rudy meminta dinas-dinas terkait dan para kepala daerah menggencarkan gerakan gemar makan ikan. Edukasi gizi perlu menjangkau posyandu, sekolah, hingga komunitas ibu rumah tangga. Di sisi lain, pengembangan produk olahan ikan melalui UMKM lokal juga perlu didorong agar ikan menjadi pilihan konsumsi yang lebih menarik bagi anak-anak. Pasokan ikan segar pun harus dipastikan mampu menjangkau wilayah pedalaman hingga pesisir terpencil.
Selain program ikan murah, Pemprov Kaltim juga secara rutin menggelar gerakan pangan murah dan operasi pasar terpadu di kawasan padat penduduk maupun wilayah yang rentan mengalami masalah gizi. Melalui kegiatan tersebut, warga dapat memperoleh kebutuhan pokok berkualitas seperti beras, telur, minyak goreng, dan sayuran dengan harga di bawah harga pasar.
Tag: stunting, perikanan, Kalimantan Timur, Berau, ketahanan pangan