Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Dari 48 Persen ke 80 Persen: Indonesia Kejar Tuntas TB Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

2026-07-30 17:10 WIB · aindari · 👁 832 dibaca

Pemerintah pusat dan daerah bersinergi tangani tuberkulosis dengan pendekatan menyeluruh mulai dari skrining, pelacakan kontak erat, hingga distribusi alat X-ray ke daerah.

Angka penemuan kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia melonjak signifikan dalam lima tahun terakhir — dari 48 persen pada 2020 menjadi lebih dari 80 persen pada 2025. Capaian itu disebut Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus sebagai hasil nyata dari koordinasi lintas pemerintahan yang selama ini dijalankan secara intensif.

Benjamin menyampaikan hal tersebut usai memberikan arahan pada acara Fasilitasi Teknis Intervensi Kewilayahan dan Penanggulangan Tuberkulosis di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis. Menurutnya, penanganan TB di Indonesia dilakukan secara luar biasa — tidak cukup hanya oleh satu instansi, melainkan harus terkoordinasi dari pemerintah pusat hingga kepala daerah.

Meski tren penemuan kasus membaik, Benjamin menegaskan angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai titik akhir. Upaya harus terus ditingkatkan agar persoalan TB benar-benar dapat diselesaikan. Salah satu strategi yang ditekankan adalah pelacakan kontak erat, yakni orang-orang yang tinggal serumah dengan pasien TB. Mereka akan diprioritaskan untuk mengikuti program cek kesehatan gratis. Camat dan lurah pun diminta aktif mendukung Dinas Kesehatan dengan memperkuat koordinasi di tingkat bawah serta mendorong warga datang ke fasilitas skrining.

Di sisi infrastruktur, Kementerian Kesehatan tengah menyiapkan distribusi alat pemeriksaan X-ray ke berbagai daerah guna mempercepat deteksi dini TB di wilayah yang selama ini kekurangan fasilitas diagnostik.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa penanganan TB telah menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, seluruh pihak wajib menjalankan empat langkah utama — skrining, pelacakan, pengujian, dan pengobatan — secara bersama-sama. Safrizal menyebut semangat gotong royong sebagai bagian dari pendekatan multistrategi yang sedang dijalankan pemerintah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan jajaran pemerintah kota hingga tingkat kewilayahan akan menindaklanjuti arahan tersebut. Langkah konkret yang akan dijalankan mencakup pelacakan kasus secara aktif serta pemantauan berkala terhadap perkembangan TB di wilayahnya.

Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan pemerintah yang tidak lagi mengandalkan satu jalur saja dalam memerangi TB — penyakit menular yang masih menjadi beban kesehatan besar di Indonesia. Dengan sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, hingga aparat kewilayahan, target eliminasi TB dinilai lebih realistis untuk dicapai.

Tag: tuberkulosis, kesehatan masyarakat, Kementerian Kesehatan, deteksi dini, kolaborasi pemerintah