Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Jakarta Siapkan Lahan 40 Hektare di Banten untuk Kurangi Beban Bantargebang

2026-07-30 17:13 WIB · aindari · 👁 570 dibaca

Pemprov DKI Jakarta membebaskan lahan di Ciangir, Legok, Banten, sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengamankan lahan seluas 40 hektare di Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk dijadikan lokasi pengolahan sampah organik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem penanganan sampah yang lebih menyeluruh sekaligus meringankan beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang selama ini menjadi tumpuan utama pengelolaan sampah ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan langsung meninjau lokasi tersebut pada Jumat, 31 Juli 2026. Menurutnya, lahan di Ciangir itu merupakan satu komponen dalam sistem pengelolaan sampah Jakarta yang sedang dibangun secara bertahap.

Selain pengolahan sampah organik di Ciangir, sampah anorganik akan ditangani melalui fasilitas TPS 3R yang menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Hasil olahan dari fasilitas tersebut berupa material bahan bakar alternatif atau RDF yang selanjutnya dikirim ke pabrik semen sebagai substitusi bahan bakar.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga berencana menerapkan sistem controlled landfill di TPST Bantargebang secara bertahap mulai 1 Agustus 2026. Sistem ini mengatur penempatan dan pemadatan sampah secara lebih terstruktur, dengan penutupan tumpukan sampah secara berkala menggunakan material tertentu. Tujuannya untuk menekan bau, mengurangi risiko kebakaran, meminimalkan dampak lingkungan, serta mencegah potensi longsor — sekaligus menjadi transisi menuju penghentian praktik open dumping yang selama ini berlangsung.

Berdasarkan peta jalan Pengelolaan Sampah Jakarta 100 Persen Terkelola yang disusun bersama Kementerian Lingkungan Hidup, kondisi saat ini masih jauh dari ideal. Pada kuartal II 2026, praktik open dumping masih mendominasi pengelolaan sampah di Bantargebang dengan porsi 72,56 persen, sementara sampah yang diolah melalui berbagai fasilitas baru mencapai 7,59 persen.

Target perbaikan ditetapkan untuk kuartal III dan IV 2026. Porsi open dumping diharapkan turun ke angka 50,34 persen, sementara penerapan controlled landfill ditargetkan mencapai 8,39 persen. Pada periode yang sama, kapasitas pengolahan sampah melalui berbagai fasilitas ditargetkan meningkat signifikan menjadi 20,28 persen — lebih dari dua kali lipat kondisi kuartal sebelumnya.

Rangkaian kebijakan ini menggambarkan upaya Jakarta untuk beralih dari ketergantungan pada satu titik pembuangan menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih terdistribusi dan ramah lingkungan, meski transisi tersebut masih membutuhkan waktu dan komitmen jangka panjang.

Tag: sampah Jakarta, Bantargebang, Ciangir Banten, controlled landfill, Pramono Anung