Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas, Pasukan Israel Bakal Ditarik dari Gaza

2026-07-31 12:31 WIB · aindari · 👁 404 dibaca

Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump mengumumkan kesepakatan pelucutan senjata menyeluruh terhadap Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza, disertai rencana penarikan pasukan Israel secara bertahap.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (30/7) mengumumkan tercapainya kesepakatan pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza. Pengumuman itu ia sampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social, seraya menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah "bersejarah" menuju perdamaian dan keamanan di kawasan.

Menurut Trump, kesepakatan yang dicapai oleh Dewan Perdamaian (Board of Peace) itu akan dijalankan secara bertahap dan terstruktur. Setelah proses pelucutan senjata rampung, pasukan Israel dijadwalkan mundur dari Gaza. Selanjutnya, Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan beroperasi bersama satuan kepolisian Palestina yang baru guna menjaga keamanan wilayah tersebut, baik bagi warganya maupun negara-negara di sekitarnya.

Trump menyebut kesepakatan ini sebagai "tonggak penting" dalam pelaksanaan rencana 20 poinnya untuk Gaza. Ia menggambarkan visi jangka panjangnya: Gaza pada akhirnya akan berada di bawah pemerintahan Palestina baru yang bekerja erat dengan Dewan Perdamaian demi kepentingan rakyat Palestina. Dalam pernyataannya, Trump juga mengucapkan terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki yang berperan sebagai mediator, dan menyebut keterlibatan ketiga negara itu — bersama tim pemerintahannya — sebagai kunci tercapainya terobosan ini.

Dewan Perdamaian sendiri menyatakan melalui platform X bahwa Hamas telah menyetujui peta jalan rinci untuk melaksanakan tahapan berikutnya dari gencatan senjata. Dewan menyebut fokus kini beralih ke pelaksanaan, termasuk transisi bertahap menuju kewenangan penuh yang didukung ISF, percepatan penerapan supremasi hukum, serta perbaikan kondisi kemanusiaan di Gaza. Dewan juga menyatakan telah bekerja sama erat dengan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG).

Konflik di Gaza bermula dari serangan lintas perbatasan Hamas pada 7 Oktober 2023 — yang oleh Trump sendiri disebut sebagai genosida Israel di Gaza. Perang itu telah merenggut lebih dari 73.000 nyawa warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, dengan korban mayoritas perempuan dan anak-anak. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut dilaporkan hancur.

Meski gencatan senjata yang dimediasi berdasarkan rencana 20 poin Trump mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel dilaporkan masih terus terjadi setiap hari di berbagai penjuru Gaza. Sejak gencatan senjata diberlakukan, tercatat 1.214 warga Palestina tewas dan 3.977 lainnya luka-luka — sebagian besar perempuan dan anak-anak — disertai kerusakan yang meluas. Trump mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, meski ia menegaskan kemajuan yang telah dicapai selama ini.

Tag: Gaza, Hamas, Donald Trump, gencatan senjata, Timur Tengah