Korban Tewas Gempa Kumamoto Capai 30 Orang, Ribuan Warga Masih Mengungsi
2026-07-30 16:01 WIB · aindari · 👁 444 dibaca

Gempa magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto pada Selasa lalu merenggut sedikitnya 30 nyawa, termasuk seorang warga negara Vietnam.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal akibat gempa dahsyat di Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, telah mencapai 30 orang per Kamis, termasuk mereka yang masih berstatus dugaan korban. Angka ini lebih tinggi dari data resmi pemerintah prefektur yang baru mengonfirmasi 18 kematian.
Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa, 28 Juli, pukul 16.27 waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang mencatat intensitas guncangan mencapai level maksimum 7 pada skala Jepang di Kota Uki dan Hikawa — tingkat di mana orang tidak mampu berdiri tegak, bahkan berpotensi terlempar ke udara.
Dari 18 korban yang dikonfirmasi pemerintah prefektur, delapan di antaranya meninggal di pabrik Nippon Paper Industries Co. di Yatsushiro, sementara enam orang lainnya tewas akibat ledakan yang terjadi di pusat perbelanjaan Aeon di Kashima pascagempa. Tiga korban lain dikonfirmasi di Yatsushiro dan satu orang di Kota Kosa. Pemerintah Kota Uki secara terpisah melaporkan dua korban tambahan kepada Kyodo News, namun belum menyampaikannya ke pemerintah prefektur.
Seorang peserta program pelatihan asal Vietnam turut menjadi korban setelah tertimpa mesin crane di sebuah pabrik di Kosa, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Vietnam. Satu orang yang sebelumnya dinyatakan hilang di pabrik kertas — tempat sejumlah cerobong asap mengalami kerusakan parah — telah ditemukan, meski kondisinya belum diketahui.
Perbedaan angka antara pemerintah pusat dan daerah dijelaskan oleh Sekretaris Kabinet Minoru Kihara dalam konferensi pers di Tokyo. Pemerintah pusat mendasarkan datanya pada laporan kepolisian dan pemadam kebakaran, sedangkan pemerintah prefektur merangkum angka dari laporan pemerintah kota masing-masing.
Dampak bencana meluas ke sektor infrastruktur dan kehidupan warga. Hingga Kamis pagi, lebih dari 10.000 orang masih bertahan di pusat-pusat evakuasi. Sekitar 23.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik, dan sekitar 75.000 rumah tangga kehilangan akses air bersih — kondisi yang memicu kekhawatiran serius terhadap kesejahteraan para pengungsi.
Layanan kereta peluru Kyushu Shinkansen antara Stasiun Kumamoto dan Stasiun Kagoshima-chuo dihentikan sementara karena operator JR Kyushu masih memeriksa kerusakan akibat gempa. Seluruh perjalanan kereta pada hari Kamis pun dibatalkan, termasuk rute antara Stasiun Chikugo-Funagoya di Prefektur Fukuoka dan Stasiun Kumamoto.
Tag: Gempa Kumamoto, Jepang, Bencana Alam, Korban Gempa, Kyushu