Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

IRGC Klaim Serang Pangkalan AS di Yordania dan Hentikan Tiga Kapal Tanker di Selat Hormuz

2026-07-30 07:01 WIB · aindari · 👁 617 dibaca

Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat kian memanas setelah IRGC mengumumkan serangan rudal balistik ke pangkalan udara AS di Yordania sekaligus menghentikan tiga kapal tanker di Selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan rudal balistik ke sebuah pangkalan udara dan pusat komando utama Amerika Serikat di Yordania. Pernyataan itu dipublikasikan melalui media resmi IRGC, Sepah News, pada Rabu, dan menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai "tindakan agresi" pihak Amerika.

Dalam pengumuman yang sama, IRGC menyatakan angkatan lautnya juga menghentikan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Menurut IRGC, kapal-kapal itu bergerak melalui rute yang dianggap tidak sah dan berbahaya meski sebelumnya sudah mendapat peringatan, sehingga pasukan laut Iran mengambil tindakan untuk menghantam dan menghentikan pergerakan mereka.

IRGC turut menegaskan bahwa angkatan lautnya memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Mereka memperingatkan bahwa segala bentuk intervensi maupun perintah yang dianggap ilegal dari pihak AS terhadap kapal-kapal di kawasan itu tidak akan dibiarkan tanpa respons.

Eskalasi ini merupakan bagian dari rangkaian aksi-reaksi militer yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, militer AS melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap target-target Iran. Washington menyebut operasi itu sebagai upaya melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran komersial, khususnya menyusul insiden penyerangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz yang dikaitkan dengan Iran.

Iran kemudian membalas dengan mengerahkan rudal dan drone yang menyasar sejumlah pangkalan serta fasilitas militer AS di kawasan tersebut. Klaim serangan ke Yordania yang diumumkan IRGC menjadi bagian dari respons lanjutan Teheran dalam siklus konfrontasi yang terus meningkat ini.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis vital bagi perdagangan energi global, tempat sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melintas setiap harinya. Ketegangan yang terus berlanjut di jalur ini berpotensi mengganggu rantai pasokan energi internasional dan memicu kekhawatiran di pasar komoditas global.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen atas klaim IRGC tersebut, baik terkait serangan ke Yordania maupun penghentian kapal tanker di Selat Hormuz. Pihak AS juga belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi pengumuman terbaru dari Teheran ini.

Tag: IRGC, Iran, Amerika Serikat, Selat Hormuz, Yordania