Hamas Bersedia Lucuti Senjata, tapi Minta Israel Tarik Pasukan dari Gaza Lebih Dulu
2026-07-31 17:12 WIB · aindari · 👁 913 dibaca

Hamas menyatakan kesediaan melucuti persenjataan di Gaza dengan syarat Israel menarik seluruh pasukannya terlebih dahulu.
Hamas membuka peluang perlucutan senjata di Jalur Gaza, namun menetapkan syarat utama: pasukan Israel harus mundur dari wilayah tersebut sebelum proses itu bisa berjalan. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan rencana yang disebutnya sebagai 'Board of Peace' — sebuah kerangka yang mencakup pelucutan senjata Hamas dan penarikan tentara Israel dari Gaza.
Trump sebelumnya menyampaikan bahwa dalam rencana tersebut, senjata milik Hamas akan dilucuti dan pasukan Israel akan mundur dari Gaza. Pernyataan itu memicu respons langsung dari pihak Hamas, yang pada prinsipnya tidak menolak gagasan perlucutan senjata, tetapi menegaskan bahwa urutan langkah menjadi kunci: penarikan Israel harus mendahului segala proses pelucutan.
Posisi Hamas ini mencerminkan pola negosiasi yang selama ini mereka pegang, yakni tidak akan menyerahkan kapasitas militer selama kehadiran militer Israel di Gaza masih berlangsung. Bagi Hamas, perlucutan senjata tanpa jaminan penarikan pasukan dianggap sebagai penyerahan diri tanpa perlindungan.
Di sisi lain, pertanyaan besar muncul soal bagaimana sikap Israel terhadap kesepakatan semacam ini. Sumber-sumber yang dikutip media Amerika menyebut bahwa Trump kemungkinan akan kecewa apabila Israel menolak kesepakatan dengan Hamas. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan diplomatik dari Washington agar proses perdamaian tidak mandek di tingkat Israel.
Kesenjangan posisi antara Hamas dan Israel — soal siapa yang harus bergerak lebih dulu — tetap menjadi hambatan utama. Hamas menginginkan jaminan konkret berupa penarikan militer, sementara Israel selama ini mensyaratkan pelucutan senjata sebagai bagian dari setiap kesepakatan gencatan senjata jangka panjang.
Situasi ini menempatkan AS dalam posisi sebagai penengah yang harus menjembatani dua tuntutan yang saling bertolak belakang. Pernyataan Trump soal rencana perdamaian memberi sinyal bahwa Washington aktif mendorong penyelesaian, meski detail teknis dan mekanisme pelaksanaannya belum diungkapkan secara rinci kepada publik.
Proses negosiasi di Gaza masih jauh dari titik akhir. Kesediaan Hamas untuk membicarakan perlucutan senjata bisa dibaca sebagai langkah taktis dalam perundingan, namun realisasinya sangat bergantung pada apakah Israel bersedia memenuhi prasyarat penarikan pasukan yang menjadi tuntutan pokok kelompok tersebut.
Tag: Hamas, Gaza, Israel, Donald Trump, gencatan senjata