Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Lebih dari Separuh Kematian DBD Menimpa Anak-Anak, Sekolah Jadi Titik Rawan

2026-08-01 06:03 WIB · aindari · 👁 939 dibaca

Data nasional menunjukkan 59 persen korban meninggal akibat demam berdarah dengue adalah anak-anak, mendorong pemerintah memasang target nol kematian pada 2030.

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kelompok usia muda di Indonesia. Dari seluruh kematian akibat penyakit ini yang tercatat secara nasional, sebanyak 59 persen menimpa anak-anak — angka yang menempatkan mereka sebagai kelompok paling rentan terhadap komplikasi fatal infeksi virus dengue.

Lingkungan sekolah disebut sebagai salah satu titik yang perlu mendapat perhatian khusus. Anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah berisiko lebih tinggi terpapar gigitan nyamuk Aedes aegypti, terutama pada jam-jam tertentu ketika nyamuk pembawa virus dengue paling aktif mencari mangsa.

Di tingkat kebijakan, pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius: nol kematian akibat DBD pada tahun 2030. Target ini mencerminkan keseriusan dalam menekan angka fatalitas yang hingga kini masih terbilang tinggi, sekaligus mengakui bahwa pendekatan pencegahan perlu diperkuat secara sistematis, bukan hanya respons saat wabah terjadi.

Selain dampak kesehatan, DBD juga membebani ekonomi keluarga dan sistem layanan kesehatan. Biaya perawatan, kehilangan hari produktif orang tua yang mendampingi anak sakit, serta tekanan pada kapasitas rumah sakit menjadi konsekuensi yang kerap luput dari perhatian publik ketika membahas penyakit ini.

Upaya edukasi pencegahan turut digalakkan oleh berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Dalam rangka ASEAN Dengue Day, sejumlah kegiatan penyuluhan digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara melindungi diri dan anak-anak dari gigitan nyamuk, mulai dari penggunaan losion antinyamuk hingga pengelolaan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Para orang tua dan tenaga pendidik diimbau untuk tidak meremehkan gejala awal DBD pada anak. Pengenalan dini terhadap tanda-tanda seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan ruam kulit sangat menentukan kecepatan penanganan medis — faktor yang terbukti berpengaruh besar terhadap peluang kesembuhan dan pencegahan kematian.

Dengan lebih dari separuh korban jiwa berasal dari kelompok anak-anak, upaya perlindungan terhadap mereka — baik di rumah maupun di sekolah — menjadi kunci dalam perjalanan Indonesia menuju target bebas kematian DBD dalam lima tahun ke depan.

Tag: DBD, demam berdarah, kesehatan anak, dengue, pencegahan penyakit