Demam Berdarah Mengintai Anak Usia Sekolah, Orangtua Diminta Waspada Jelang Tahun Ajaran Baru
2026-08-02 06:10 WIB · aindari · 👁 845 dibaca

Anak usia 5–14 tahun menjadi kelompok paling rentan terhadap DBD, dengan 59 persen kematian akibat penyakit ini terjadi pada anak-anak.
Demam berdarah dengue (DBD) tetap menjadi ancaman serius bagi anak-anak Indonesia sepanjang tahun, bukan hanya di musim hujan. Tenaga medis mengingatkan para orangtua agar tidak lengah, terutama menjelang dimulainya tahun ajaran baru ketika anak-anak kembali beraktivitas padat di lingkungan sekolah.
Data menunjukkan bahwa kelompok usia 5–14 tahun mencatat angka kasus DBD paling tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 59 persen kematian akibat DBD justru terjadi pada anak-anak. Angka ini menegaskan bahwa anak usia sekolah memiliki kerentanan yang sangat besar terhadap penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.
Momentum kembalinya anak-anak ke sekolah menjadi perhatian khusus para dokter. Lingkungan sekolah yang ramai dengan banyak anak berkumpul dalam satu tempat berpotensi meningkatkan risiko penularan. Orangtua diimbau untuk memprioritaskan langkah-langkah pencegahan DBD saat anak mulai kembali menjalani rutinitas belajar di sekolah.
Upaya pencegahan DBD tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga melibatkan berbagai pihak. Dalam rangka memperingati ASEAN Dengue Day 2026, Enesis Group bersama merek Soffell menggalakkan kampanye promotif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan pencegahan demam berdarah. Kampanye semacam ini dinilai penting untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak abai terhadap ancaman DBD.
Dokter menekankan bahwa DBD bukan penyakit musiman semata. Meskipun kasus cenderung melonjak saat musim penghujan, penularan bisa terjadi kapan saja selama nyamuk pembawa virus masih berkembang biak. Oleh karena itu, kewaspadaan perlu dijaga sepanjang tahun tanpa terkecuali.
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan orangtua meliputi memastikan lingkungan rumah dan sekolah bebas dari genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Orangtua juga perlu membekali anak dengan perlindungan tambahan seperti penggunaan lotion anti nyamuk sebelum berangkat sekolah.
Dengan tingginya proporsi kasus dan kematian DBD pada anak usia sekolah, para ahli kesehatan berharap orangtua tidak menganggap remeh penyakit ini. Deteksi dini gejala seperti demam tinggi mendadak dan penanganan medis yang cepat menjadi kunci untuk mencegah kondisi memburuk pada anak yang terinfeksi.
Tag: DBD, demam berdarah dengue, kesehatan anak, tahun ajaran baru, ASEAN Dengue Day