Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

GMR Airports Incar Ekspansi ke Bandara Lain di Indonesia, Tunggu Sinyal Privatisasi

2026-08-04 06:02 WIB · aindari · 👁 817 dibaca

Operator bandara asal India itu sudah memegang 49 persen saham di Bandara Kualanamu dan menyatakan siap ikut penawaran jika pemerintah membuka pengelolaan bandara lain bagi swasta.

GMR Airports Limited, perusahaan pengelola bandara berbasis di India, menyatakan minatnya untuk memperluas kehadiran di Indonesia melampaui investasi yang sudah berjalan di Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Pernyataan itu disampaikan Business Chairman International Airports & Energy GMR Group, Srinivas Bommidala, di Visakhapatnam, India, Senin lalu.

Menurut Bommidala, pintu ekspansi sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah Indonesia. Apabila pemerintah membuka ruang bagi swasta untuk terlibat dalam pengelolaan bandara, GMR siap mengikuti proses penawaran yang ada. Ia menegaskan bahwa Indonesia dipandang sebagai pasar yang sangat strategis, bukan hanya karena potensi ekonominya, tetapi juga karena hubungan historis panjang antara Indonesia dan India yang telah terjalin jauh sebelum kedua negara berdiri sebagai bangsa merdeka.

Saat ini GMR Airports telah memiliki pijakan di Indonesia melalui perusahaan patungan PT Angkasa Pura Aviasi, hasil kemitraan dengan PT Angkasa Pura II dalam skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Dalam struktur kepemilikan tersebut, GMR menguasai 49 persen saham sementara 51 persen sisanya dipegang PT Angkasa Pura II. Kemitraan ini diarahkan untuk menjadikan Kualanamu sebagai salah satu hub penerbangan internasional utama di kawasan barat Indonesia, sekaligus memperkuat konektivitas dengan Asia Selatan.

Kualanamu sendiri tengah menjalani pengembangan bertahap dalam empat fase. Kapasitas terminal yang kini dirancang menampung sekitar 8 hingga 9 juta penumpang per tahun ditargetkan melonjak hingga 65 juta penumpang per tahun pada 2047. Ambisi itu mencerminkan skala investasi jangka panjang yang GMR pertaruhkan di Indonesia.

Ketertarikan GMR untuk merambah bandara lain di Indonesia juga sejalan dengan strategi global perusahaan dalam membangun jaringan penerbangan internasional yang terintegrasi. Bommidala menyebut bahwa operasi dan kemitraan GMR kini mencakup India, Indonesia, Filipina, dan Yunani — sebuah platform yang menurut perusahaan dirancang untuk menghubungkan perekonomian, mendorong pariwisata, memperlancar perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang.

Momentum pernyataan ini bertepatan dengan peresmian Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju atau Bandara Bhogapuram di Provinsi Andhra Pradesh, India, pada 1 Agustus lalu, dengan target operasi penuh pada 17 Agustus. Pengembangan bandara baru di India itu memperkuat posisi GMR sebagai operator yang aktif mengembangkan kapasitas di berbagai negara secara bersamaan.

Bagi Indonesia, sinyal dari GMR ini bisa menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan bandara ke depan. Sejauh mana pemerintah akan membuka ruang privatisasi akan menentukan apakah minat ekspansi GMR tersebut berujung pada investasi nyata atau sekadar pernyataan niat.

Tag: GMR Airports, investasi bandara, Kualanamu, privatisasi bandara, kerja sama Indonesia-India