Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Margin Fee Bulog Naik Jadi 7 Persen, Hemat Bunga Bank Lebih dari Rp1 Triliun

2026-08-04 06:14 WIB · aindari · 👁 899 dibaca

Pemerintah resmi menaikkan margin penugasan Bulog dari sekitar Rp50 menjadi Rp970 per kilogram beras, disertai subsidi bunga pinjaman yang dipangkas dari 8 persen menjadi 5 persen.

Perum Bulog mendapat dua insentif kebijakan sekaligus dari pemerintah: kenaikan margin fee penugasan cadangan beras dan penurunan bunga pinjaman perbankan. Kedua kebijakan itu dinilai akan memperkuat kemampuan finansial perusahaan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Dasar hukum kenaikan margin tertuang dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 yang ditetapkan pada 29 Juli 2026. Beleid itu menetapkan margin penugasan penyelenggaraan cadangan beras pemerintah sebesar 7 persen, setara Rp970 per kilogram. Angka ini jauh melampaui skema sebelumnya yang hanya sekitar Rp50 per kilogram.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas kerja keras seluruh jajaran Bulog dalam menjalankan penugasan selama ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto. Rizal mengungkapkan hal itu usai acara tasyakuran dan doa bersama yang digelar seluruh jajaran Bulog pusat di Jakarta, Senin malam.

Selain kenaikan margin, pemerintah juga memangkas bunga pinjaman perbankan bagi Bulog dari 8 persen menjadi 5 persen. Dari angka 5 persen itu, Bulog menanggung 3 persen, sementara 2 persen sisanya disubsidi pemerintah. Skema ini, menurut Rizal, mampu menghemat pembayaran bunga bank lebih dari Rp1,07 triliun. Dengan efisiensi tersebut, Bulog optimistis dapat membukukan neraca positif sekitar Rp1,14 triliun pada akhir tahun.

Di sisi operasional, Bulog mencatat penyerapan gabah petani setara beras telah melampaui 3,5 juta ton hingga awal Agustus 2026, dari target 4 juta ton sepanjang tahun ini. Capaian itu disebut Rizal sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Rizal memastikan tambahan margin tidak semata memperbaiki kondisi keuangan internal, tetapi akan dikembalikan kepada masyarakat melalui peningkatan kualitas beras yang disalurkan. Bulog berencana memperkuat pemeliharaan dan perawatan stok beras, merenovasi gudang, serta meningkatkan dukungan operasional bagi petugas di lapangan — termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

Tag: Bulog, margin fee, cadangan beras, swasembada pangan, kebijakan pangan