Prabowo Tahan Harga BBM Subsidi, Non-Subsidi Bisa Turun Ikuti Pasar
2026-08-04 17:02 WIB · aindari · 👁 432 dibaca

Di tengah gejolak harga minyak dunia, Presiden Prabowo memerintahkan harga BBM bersubsidi tetap tidak naik, sementara BBM non-subsidi berpeluang disesuaikan jika ICP turun.
Presiden Prabowo Subianto memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak akan dinaikkan meski harga minyak mentah dunia masih bergejolak. Perintah itu disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi termasuk Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto dan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan usai pertemuan. Ia menyebut rapat membahas perkembangan harga minyak global yang terus menunjukkan dinamika tinggi, dan Presiden secara tegas memerintahkan agar harga BBM subsidi dijaga agar tidak naik.
Untuk BBM non-subsidi, pemerintah mengambil pendekatan berbeda. Bahlil menyatakan penyesuaian harga akan dipertimbangkan apabila Indonesian Crude Price (ICP) — harga acuan minyak mentah Indonesia di pasar dunia — mengalami penurunan. Artinya, jika harga minyak turun, harga BBM non-subsidi pun berpotensi ikut diturunkan mengikuti kondisi pasar.
Sinyal penurunan harga minyak global memang sudah terlihat. Pada Senin, 3 Agustus, harga minyak mentah anjlok lebih dari lima persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kelanjutan perundingan damai dengan Iran sekaligus membatalkan rencana serangan militer terhadap negara itu. Minyak mentah Brent, acuan internasional, turun ke sekitar 83,40 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) sebagai acuan AS merosot sekitar enam persen ke level 79,60 dolar AS per barel. Penurunan ini didorong oleh meningkatnya harapan atas diplomasi yang dapat meredam kekhawatiran gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Seiring tren tersebut, PT Pertamina (Persero) sebelumnya telah lebih dulu melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi secara bertahap. Per 1 Agustus 2026, Pertamax turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak bergerak. Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar bertahan di Rp6.800 per liter, sejalan dengan arahan Presiden untuk melindungi daya beli masyarakat dari dampak volatilitas harga energi global.
Tag: BBM subsidi, harga minyak, Prabowo Subianto, Pertamina, energi