Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Kebakaran Savana Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

2026-08-06 17:03 WIB · aindari · 👁 475 dibaca

Api yang belum padam berpotensi memperluas kerusakan vegetasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kebakaran yang melanda kawasan savana Gunung Bromo, Jawa Timur, telah menghanguskan sekitar 80 hektare lahan hingga Rabu malam (5/8). Angka itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, berdasarkan data dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ia mengingatkan bahwa luasan tersebut masih bisa bertambah selama titik api belum sepenuhnya dipadamkan.

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Selasa (4/8) melalui Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi+) milik Kementerian Kehutanan, yang mengolah data titik panas dari sejumlah satelit termasuk NASA-MODIS. Tingkat kepercayaan deteksi saat itu berada di level sedang, dan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung di lapangan sebelum operasi pemadaman digerakkan.

Api melalap berbagai jenis vegetasi, mulai dari padang savana, cemara gunung, pakis, hingga semak belukar. Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala serius: medan berupa lereng curam dan perbukitan terjal menyulitkan pergerakan personel, sementara angin kencang mempercepat rambatan api dan keterbatasan sumber air mempersulit pasokan di lokasi. Untuk mengatasinya, air diangkut secara bertahap menggunakan truk tangki menuju titik-titik yang masih terjangkau.

Operasi pemadaman melibatkan banyak pihak secara terpadu. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, Perhutani, TNI/Polri, TNBTS, Agen Penanggulangan Bencana Jatim, relawan, dan warga setempat bahu-membahu di lapangan. BNPB turut memberikan dukungan dengan mendatangkan satu helikopter water bombing dari Palangka Raya untuk mempercepat penanganan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Bambang Setyo Antoko, menyatakan bahwa seluruh personel terus menyesuaikan strategi seiring perubahan kondisi di lapangan. Prioritas diarahkan ke sektor-sektor dengan potensi rambatan api tertinggi, dengan tetap mengedepankan keselamatan petugas.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa perlindungan kawasan konservasi dari ancaman kebakaran merupakan bagian dari kebijakan yang diusung Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ke depan, penguatan deteksi dini lewat SiPongi+, patroli rutin, kesiapsiagaan personel, serta kolaborasi lintas instansi akan terus ditingkatkan agar potensi kebakaran dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan ekologis yang lebih luas.

Tag: Kebakaran Bromo, BPBD Probolinggo, TNBTS, Karhutla Jawa Timur, Water Bombing