Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

PBB: Operasi Militer Israel Perparah Krisis Kemanusiaan di Gaza, Ratusan Ribu Anak Terdampak

2026-08-06 17:11 WIB · aindari · 👁 424 dibaca

Badan kemanusiaan PBB melaporkan operasi militer Israel memperburuk kondisi warga sipil Gaza, membatasi akses bantuan, dan memaksa ratusan ribu anak kehilangan rutinitas belajar.

Badan koordinasi kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UN OCHA, menyatakan pada Rabu (5/8) bahwa operasi militer Israel di Jalur Gaza terus mengganggu kehidupan warga sipil. Dampaknya mencakup kerusakan tempat penampungan darurat dan gelombang pengungsian yang kian meluas, sementara akses terhadap layanan penyelamat jiwa semakin terbatas.

UN OCHA menegaskan perlunya izin masuk bagi sejumlah material penting ke Gaza, termasuk kayu, tali, lampu bertenaga surya, dan berbagai peralatan. Pasokan tersebut dinilai krusial untuk memperbaiki kondisi tempat penampungan darurat sekaligus memperlancar distribusi bantuan kemanusiaan yang selama ini terhambat oleh pembatasan akses akibat operasi militer.

Keprihatinan serupa disuarakan oleh Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, sehari sebelumnya. Melalui platform media sosial X, Alakbarov menyoroti serangkaian serangan udara Israel yang dilaporkan menimbulkan korban di kalangan sipil serta merusak pasokan medis dan infrastruktur sipil. Alakbarov, yang juga menjabat koordinator kemanusiaan untuk wilayah Palestina yang diduduki, menekankan bahwa fasilitas sipil dan kemanusiaan wajib mendapat perlindungan, dan seluruh operasi bantuan harus difasilitasi sesuai ketentuan hukum internasional.

Di tengah kondisi yang sulit, PBB bersama mitra-mitranya terus berupaya memberikan respons kemanusiaan semaksimal mungkin. Pekan lalu, tim gabungan berhasil memperbaiki hampir 3.000 tempat penampungan darurat di Gaza City. Selain itu, bantuan berupa peralatan dapur, terpal, selimut, kasur, lampu bertenaga surya, dan pakaian telah disalurkan kepada sekitar 9.000 rumah tangga.

Sektor pendidikan turut menjadi perhatian. Lebih dari 250.000 anak usia prasekolah dan sekolah dasar kini mengikuti program pembelajaran musim panas yang dirancang untuk memulihkan rutinitas dan membantu mereka mengejar ketertinggalan akibat perang. Program ini dinilai penting tidak hanya dari sisi akademis, tetapi juga untuk menjaga stabilitas psikologis anak-anak di tengah konflik berkepanjangan.

Mendukung upaya tersebut, Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) pada Selasa mengirimkan lebih dari 600 palet berisi perlengkapan rekreasi, tas sekolah, dan sabun ke Gaza. Distribusi pasokan itu direncanakan berlangsung menjelang tahun ajaran baru yang diperkirakan dimulai sekitar dua pekan ke depan.

Tag: Gaza, PBB, Israel, kemanusiaan, konflik Timur Tengah