Nelayan Kapal Kecil Cilacap Mulai Rasakan Peningkatan Hasil Tangkapan sejak Juli 2026
2026-08-06 17:15 WIB · aindari · 👁 644 dibaca

KUD Mino Saroyo mencatat tren positif aktivitas pelelangan ikan di Cilacap, meski perubahan pengelolaan TPI membuat data produksi tak bisa dibandingkan langsung dengan tahun sebelumnya.
Aktivitas perikanan tangkap di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menunjukkan geliat positif memasuki pertengahan 2026. Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo, Untung Jayanto, menyatakan keyakinannya bahwa musim penangkapan ikan tahun ini akan lebih baik, seiring membaiknya hasil tangkapan yang mulai terasa sejak Juli, khususnya bagi nelayan yang mengoperasikan kapal berukuran di bawah 5 gross ton (GT).
Peningkatan paling terasa terjadi pada tangkapan udang rebon di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu dan Dermaga 3 Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Cilacap. Untung menilai curah hujan yang rendah selama musim kemarau menjadi faktor pendukung, karena nelayan mendapat lebih banyak kesempatan untuk melaut. Ia berharap kondisi cuaca tetap bersahabat hingga akhir tahun agar hasil tangkapan terus meningkat dan pendapatan nelayan ikut membaik.
Dermaga 3 kini memiliki peran baru sebagai titik pendaratan bagi nelayan dari kawasan Kemiren. Pergeseran ini terjadi karena pesisir Kemiren tidak lagi bisa digunakan sebagai lokasi pendaratan akibat pembangunan tanggul penahan abrasi dan gelombang. Untuk mengakomodasi kebutuhan nelayan, di Dermaga 3 telah disediakan fasilitas TPI skala kecil agar proses pendaratan dan pemasaran hasil tangkapan tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
Meski kondisi lapangan menunjukkan tren membaik, Untung mengingatkan bahwa data produksi KUD Mino Saroyo saat ini tidak bisa dibandingkan langsung dengan angka tahun-tahun sebelumnya. Pangkalnya, sejak 1 Juli 2025, koperasi ini tidak lagi mengelola TPI besar di kawasan PPS Cilacap menyusul perubahan ketentuan pengelolaan. Akibatnya, produksi yang tercatat di koperasi otomatis menyusut karena hanya bersumber dari TPI yang masih berada di bawah pengelolaannya.
Saat ini KUD Mino Saroyo mengelola lima TPI, yakni Kemiren, Tegalkatilayu, Sidakaya, Pandanarang, dan Sentolokawat. TPI Donan sudah lepas dari pengelolaan koperasi. Untung menegaskan penurunan angka produksi yang tercatat bukan cerminan lesunya aktivitas nelayan, melainkan konsekuensi dari penyempitan cakupan pengelolaan. Rekapitulasi produksi hingga akhir Juli 2026 pun masih dalam proses dan belum dapat dipublikasikan.
Konfirmasi serupa datang dari Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Indarto. Ia mengakui aktivitas pendaratan ikan sudah mulai ramai meski angin di laut masih cukup kencang. Indarto memperkirakan keramaian aktivitas perikanan akan semakin meningkat pada Agustus dan berlanjut hingga akhir tahun, sejalan dengan prediksi membaiknya kondisi cuaca dan musim tangkap.
Tag: perikanan Cilacap, nelayan kapal kecil, KUD Mino Saroyo, TPI Cilacap, musim tangkap ikan