Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Berau Dorong Investasi Kelapa Dalam di Kawasan Pesisir untuk Kurangi Ketergantungan pada Tambang

2026-08-02 17:09 WIB · aindari · 👁 519 dibaca

Kabupaten Berau membuka peluang investasi komoditas kelapa dalam di wilayah pesisir, didukung perluasan lahan 200 hektare dari pemerintah pusat dan regulasi insentif investasi baru.

Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tengah menggenjot pengembangan komoditas kelapa dalam sebagai bagian dari strategi mengalihkan tumpuan ekonomi daerah dari sektor pertambangan menuju sumber daya alam terbarukan. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyatakan bahwa kawasan pesisir kabupaten tersebut menyimpan potensi besar bagi budidaya kelapa dalam dan terbuka luas untuk masuknya investasi di sektor perkebunan.

Dukungan konkret dari pemerintah pusat telah diterima berupa program perluasan kebun kelapa dalam seluas 200 hektare. Menurut Sri Juniarsih, bantuan tersebut menjadi modal penting untuk kembali menghidupkan aktivitas perkebunan di wilayah pesisir Berau. Varietas kelapa dalam yang dikembangkan di kawasan ini memiliki keunggulan tersendiri karena mampu berproduksi secara optimal pada usia tiga setengah tahun, relatif cepat dibandingkan komoditas perkebunan lainnya.

Pengembangan kelapa dalam di Berau tidak berdiri sendiri, melainkan dipadukan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang menjangkau 13 kecamatan dan 100 kampung. Melalui program pendampingan bernama Sigap, warga di kampung-kampung sudah mulai memproduksi minyak goreng lokal berbahan baku kelapa dalam. Industri pengolahan skala rintisan di tingkat kampung ini dinilai masih membutuhkan kemitraan permodalan agar produksi olahan turunan kelapa bisa ditingkatkan secara lebih besar dan memenuhi standar mutu.

Untuk memperkuat daya tarik bagi investor, Pemerintah Kabupaten Berau telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024 tentang pemberian insentif investasi daerah. Regulasi ini dirancang untuk memberikan kepastian hukum serta mempermudah proses perizinan bagi para penanam modal yang ingin masuk ke sektor perkebunan di wilayah tersebut.

Sri Juniarsih juga menekankan bahwa ketersediaan bahan baku bukan menjadi kendala karena luasnya wilayah daratan Berau memungkinkan perluasan areal kebun secara signifikan. Kombinasi antara lahan yang melimpah, potensi panen yang besar, serta jaminan kemudahan berusaha melalui regulasi baru diharapkan mampu menjadikan pesisir Berau sebagai pusat agrobisnis kelapa dalam berskala nasional.

Kepala daerah tersebut mengajak seluruh calon investor untuk berkolaborasi dalam mengangkat nilai komoditas perkebunan pesisir Berau agar memiliki daya saing tinggi secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari visi jangka panjang kabupaten untuk membangun fondasi ekonomi yang tidak lagi bergantung pada sumber daya tak terbarukan.

Tag: kelapa dalam, investasi perkebunan, Kabupaten Berau, hilirisasi pertanian, ekonomi pesisir