Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Kawah Misterius di Bulan Diduga Bekas Hantaman Roket SpaceX, Ilmuwan Masih Selidiki Buktinya

2026-08-07 06:14 WIB · aindari · 👁 502 dibaca

Sebuah roket Falcon 9 milik SpaceX diyakini telah menghantam permukaan Bulan dan meninggalkan kawah, namun konfirmasi ilmiah masih dalam proses pencarian.

Sebuah roket Falcon 9 kepunyaan perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk diduga telah menabrak permukaan Bulan dan menciptakan kawah baru. Meski tabrakan itu sendiri sudah diperkirakan sebelumnya, bukti konkret yang dapat mengonfirmasi kejadian tersebut masih terus dicari oleh para ilmuwan.

Roket yang dimaksud adalah bagian dari tahap atas Falcon 9 yang sudah tidak aktif dan tak terkendali. Setelah menyelesaikan misinya bertahun-tahun lalu, benda itu melayang di luar angkasa sebelum akhirnya lintasannya diprediksi akan berakhir di permukaan Bulan. Para ahli memperkirakan tumbukan ini akan menghasilkan kawah berukuran cukup besar di permukaan satelit alami Bumi tersebut.

Menariknya, peristiwa ini justru disambut dengan antusias oleh komunitas ilmiah. Bagi para peneliti, tabrakan benda buatan manusia dengan Bulan memberikan kesempatan langka untuk mempelajari komposisi lapisan bawah permukaan Bulan. Ketika sebuah objek menghantam dengan kecepatan tinggi, material dari kedalaman permukaan terlempar keluar dan bisa dianalisis dari jarak jauh.

Pengorbit milik Korea Selatan yang sedang beroperasi di sekitar Bulan disebut-sebut telah mengabadikan kawah yang diduga merupakan bekas hantaman roket tersebut. Citra dari wahana antariksa Korea Selatan itu menjadi salah satu petunjuk awal yang kini tengah dievaluasi para ilmuwan untuk memastikan apakah kawah yang terekam memang terbentuk akibat tumbukan roket SpaceX.

Proses verifikasi ini membutuhkan waktu karena para ilmuwan perlu membandingkan kondisi permukaan Bulan sebelum dan sesudah perkiraan waktu tabrakan, lalu mencocokkan lokasi serta ukuran kawah dengan model prediksi yang telah dibuat. Tanpa data pembanding yang lengkap, sulit untuk menyimpulkan secara definitif bahwa kawah tersebut benar-benar berasal dari roket Falcon 9.

Kejadian ini sekaligus memunculkan diskusi lebih luas soal sampah antariksa yang semakin banyak mengorbit di luar Bumi. Bagian-bagian roket yang sudah tidak terpakai kerap dibiarkan melayang tanpa kendali, dan lintasan akhirnya tidak selalu bisa diprediksi dengan presisi tinggi sejak awal. Kasus roket SpaceX ini menjadi pengingat bahwa aktivitas eksplorasi antariksa yang kian masif turut meninggalkan jejak fisik, bahkan hingga ke permukaan Bulan.

Tag: SpaceX, Bulan, Falcon 9, sampah antariksa, eksplorasi luar angkasa