PT PAL Mulai Potong Baja Kapal Selam Scorpene, Rampung dalam Delapan Tahun
2026-08-07 14:31 WIB · aindari · 👁 642 dibaca

Pembangunan kapal selam Scorpene generasi terbaru untuk TNI AL resmi dimulai di Surabaya, menjadikan Indonesia negara pertama di ASEAN yang membangun kapal selam di dalam negeri.
PT PAL Indonesia menandai babak baru industri pertahanan nasional dengan menggelar seremoni first steel cutting kapal selam Scorpene di Surabaya, Jawa Timur. Proyek ini merupakan hasil kerja sama konsorsium antara PT PAL dan Naval Group Prancis, dengan target penyelesaian 96 bulan atau sekitar delapan tahun ke depan.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan proses pemotongan baja pertama dilakukan sekitar 12 bulan setelah kontrak pembangunan resmi berlaku. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 20,5 persen. Kasal berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal agar serah terima kepada TNI AL pun tepat waktu.
Kapal selam yang dibangun bukan versi biasa. Menurut Ali, Scorpene yang dikerjakan di Indonesia merupakan generasi paling mutakhir dibandingkan unit-unit serupa yang sebelumnya dibangun di negara lain. Dari sisi dimensi, kapal ini memiliki panjang hampir 72 meter, sekitar 10 meter lebih panjang dari kapal selam TNI AL yang sudah ada, sekaligus mampu menyelam lebih lama dan lebih dalam. Yang paling menonjol dari sisi persenjataan, Scorpene ini tidak hanya membawa torpedo, tetapi juga dilengkapi peluru kendali yang dapat ditembakkan dari bawah permukaan laut — kemampuan yang disebut Ali sebagai hal baru bagi Indonesia.
Untuk mempersiapkan pengoperasian, TNI AL telah membentuk satuan tugas pengawak dan secara bertahap mengirim personel ke Prancis guna menjalani pelatihan bersama Angkatan Laut Prancis dan Naval Group. Pembangunan ini juga melibatkan tenaga ahli Indonesia dengan pendampingan langsung dari pihak Prancis.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menegaskan bahwa first steel cutting menjadi bukti nyata kolaborasi kedua pihak berjalan solid. Ia menilai kemitraan ini melampaui sekadar pengadaan alutsista, karena sekaligus membuka jalur transfer teknologi perkapalan militer antara Indonesia dan Prancis.
Ali menyebut proyek ini sebagai pencapaian bersejarah: untuk pertama kalinya Indonesia membangun kapal selam dari nol di dalam negeri sendiri. Lebih jauh, ia mengklaim Indonesia menjadi negara pertama di kawasan ASEAN yang melakukan hal tersebut — sebuah langkah yang dinilai krusial untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional dalam jangka panjang.
Tag: PT PAL Indonesia, kapal selam Scorpene, TNI AL, industri pertahanan, Naval Group