Menteri Pertanian Terbang Langsung ke Alor demi Tangani Kemiskinan Lewat Sektor Pertanian
2026-08-09 06:04 WIB · aindari · 👁 454 dibaca

Andi Amran Sulaiman membatalkan agenda di Jakarta dan langsung mengunjungi Kabupaten Alor, NTT, untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa soal kondisi pertanian di daerah tersebut.
Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur menjadi tujuan kunjungan kerja mendadak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada akhir pekan ini. Kunjungan tersebut bertujuan mempercepat langkah-langkah konkret di sektor pertanian sebagai jalan keluar dari tingginya angka kemiskinan di wilayah itu. Mentan menegaskan bahwa pertanian merupakan solusi tercepat untuk mengangkat taraf hidup masyarakat Alor.
Langkah ini bermula dari sebuah kuliah umum di Universitas Diponegoro, Semarang, pada Kamis (6/8). Saat acara tersebut, seorang mahasiswa asal Alor bernama Adriano Padama menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di kampung halamannya. Ia menyoroti masalah harga dan distribusi beras yang belum memadai serta minimnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor pertanian di daerahnya.
Aspirasi mahasiswa itu ternyata tidak berhenti sebagai catatan biasa. Mentan Amran memutuskan untuk merespons dengan tindakan langsung, bukan sekadar koordinasi dari Jakarta. Ia bahkan membatalkan agenda rapat pimpinan yang sudah terjadwal demi bisa terbang ke Alor dan melihat sendiri kondisi di lapangan. Menurut Mentan, semua permintaan yang disampaikan telah ditindaklanjuti sejauh berada dalam kewenangan Kementerian Pertanian.
Strategi yang diusung Mentan untuk Alor mencakup dua pendekatan sekaligus. Dalam jangka pendek, fokus diarahkan pada penguatan ketahanan pangan agar kebutuhan pokok masyarakat dapat segera terpenuhi. Sementara untuk jangka panjang, pengembangan sektor perkebunan menjadi prioritas guna menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi warga setempat.
Menurut Mentan Amran, apa yang dilakukan Adriano membuktikan bahwa suara mahasiswa memiliki peran penting sebagai pengingat bagi pemerintah. Aspirasi dari kalangan muda dapat menjadi cermin persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah, terutama wilayah yang jarang mendapat sorotan. Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal bagi percepatan pembangunan pertanian di Alor yang selama ini tertinggal.
Dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi, intervensi langsung dari pemerintah pusat ke Kabupaten Alor dinilai krusial. Kombinasi program pangan jangka pendek dan perkebunan jangka panjang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di salah satu kabupaten terluar di NTT tersebut.
Tag: pertanian Alor, kemiskinan NTT, Andi Amran Sulaiman, ketahanan pangan, perkebunan