Bulog Salurkan Bantuan Pangan Perdana ke Kabupaten Alor demi Pemerataan Akses Pangan
2026-08-09 06:08 WIB · aindari · 👁 600 dibaca

Sebanyak 37.338 penerima di Kabupaten Alor, NTT, mendapat alokasi bantuan beras untuk tiga bulan sebagai bentuk komitmen pemerintah menjangkau wilayah kepulauan.
Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk pertama kalinya menyalurkan bantuan pangan langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini ditempuh guna memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses pangan yang setara dengan daerah lain di Indonesia. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mendistribusikan beras, melainkan bukti konkret bahwa negara hadir hingga ke pelosok.
Total penerima bantuan pangan di Kabupaten Alor mencapai 37.338 keluarga. Alokasi yang disalurkan mencakup kebutuhan tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September, sehingga setiap keluarga penerima memperoleh 30 kilogram beras. Distribusi juga menyentuh tingkat desa, di antaranya Desa Fuisama dengan 66 penerima, Desa Probur dengan 513 penerima, dan Desa Lembur Barat dengan 222 penerima.
Rizal mengakui bahwa kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan besar dalam distribusi pangan. Meski demikian, ia menegaskan tidak ada wilayah yang dianggap terlalu jauh untuk dijangkau oleh Bulog. Menurutnya, masyarakat Alor memiliki hak yang sama atas perhatian dan akses pangan seperti warga di wilayah mana pun.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Rizal menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan agar bantuan pangan mampu menjangkau daerah-daerah dengan tantangan geografis tinggi. Ia turut mendampingi Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan penyaluran tersebut.
Amran sendiri menegaskan bahwa program bantuan pangan merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Ia menekankan bahwa kehadiran negara harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan hanya melalui kebijakan di atas kertas. Ketepatan sasaran dan waktu penyaluran menjadi prinsip utama yang harus dijaga.
Menurut Amran, tidak boleh ada warga yang merasa terabaikan hanya karena tinggal di wilayah kepulauan atau daerah terpencil. Kunjungan langsung ke Alor, kata dia, merupakan bentuk komitmen pemerintah memastikan bantuan benar-benar diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Pemerintah bersama Bulog akan terus bekerja agar kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia terpenuhi tanpa terkecuali.
Tag: bantuan pangan, Bulog, Kabupaten Alor, ketahanan pangan, Bapanas