Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

PB Jatma Aswaja Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Istiqlal, Targetkan 50.000 Peserta Sambut HUT RI ke-81

2026-08-09 17:13 WIB · aindari · 👁 529 dibaca

Acara zikir kebangsaan dan haul pendiri NKRI di Masjid Istiqlal direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto serta tokoh muda lintas agama sebagai wujud persatuan dalam keberagaman.

Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (PB Jatma Aswaja) menjadwalkan penyelenggaraan zikir kebangsaan, doa keselamatan bangsa, dan haul para pendiri NKRI di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Minggu malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dan diperkirakan akan diikuti lebih dari 50.000 peserta.

Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, KH A. Helmy Faishal Zaini, menyampaikan bahwa acara dijadwalkan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Menurutnya, peringatan ini menjadi ajang refleksi bersama atas pengorbanan para pahlawan dan pendiri bangsa yang telah mengorbankan keringat, air mata, dan darah demi kemerdekaan Indonesia. Momen tersebut, kata Helmy, diharapkan mampu menguatkan kembali semangat kebangsaan sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara seluruh elemen masyarakat.

Dari sisi kehadiran, acara ini direncanakan akan diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Presiden Prabowo Subianto, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan termasuk dalam daftar undangan. Unsur TNI dan Polri, para tokoh nasional, alim ulama, serta habaib juga dijadwalkan turut hadir dalam majelis tersebut.

Yang menarik, penyelenggara secara khusus mengundang tokoh muda dari berbagai latar belakang keagamaan. Dari kalangan Islam, kehadiran diwakili oleh Habib Ja'far. Sementara dari agama lain, hadir Bli Yan Mitha Djaksana mewakili Hindu, Bhante Dhirapunno dari Budha, Pendeta Steve Marcel S dari Kristen, Romo Antononius Suhardi A dari Katolik, serta Is Kristan dari Konghucu. Keterlibatan tokoh lintas iman ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa spiritualitas bisa menjadi kekuatan moral kolektif dalam menjaga kerukunan di tengah kemajemukan Indonesia.

Helmy menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai momentum penyatuan berbagai komponen bangsa dalam satu majelis kebangsaan yang inklusif. Ruang spiritual yang dibangun dalam acara tersebut bertujuan menghadirkan kembali nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan nasionalisme secara bersamaan. Ia memandang sinergi antara ulama dan pemerintah, termasuk lembaga negara serta TNI/Polri, sebagai representasi hubungan harmonis antara pemimpin spiritual dan penyelenggara negara.

Dengan mengusung semangat persatuan dalam bingkai NKRI, zikir kebangsaan ini diposisikan sebagai ruang kolektif untuk membangun komitmen bersama menjaga keutuhan negara. Helmy berharap seluruh peserta dapat memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberlanjutan Indonesia, sekaligus mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kemerdekaan.

Tag: Zikir Kebangsaan, HUT RI ke-81, Masjid Istiqlal, PB Jatma Aswaja, Lintas Iman