Alissa Wahid: Muktamar NU Harus Demokratis dan Hasilkan Pemimpin Berkualitas
2026-08-10 06:03 WIB · aindari · 👁 428 dibaca

Putri sulung Gus Dur menekankan pentingnya proses yang baik dalam Muktamar NU serta menyerukan agar warisan pemikiran ayahnya diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar jargon.
Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Alissa Wahid menyampaikan harapannya agar perhelatan besar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut dapat berjalan lancar dan demokratis. Putri sulung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu menegaskan bahwa hal terpenting dari muktamar adalah proses yang berkualitas guna melahirkan kepemimpinan yang sesuai dengan aspirasi warga nahdliyin.
Berbicara di Magelang pada Minggu, Alissa menyebut bahwa berbagai materi substantif untuk muktamar sesungguhnya sudah dipersiapkan secara matang. Hasil pembahasan dari Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU yang digelar di Ploso telah menjadi bekal penting. Selain itu, sejumlah agenda strategis menyangkut arah program organisasi ke depan juga sudah dirancang.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah rencana peluncuran Peta Jalan NU 2050, sebuah dokumen yang akan menjadi panduan arah organisasi dalam jangka panjang. Pembahasan soal tata kelola organisasi juga masuk dalam daftar agenda yang akan diketengahkan selama muktamar berlangsung.
Alissa tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang sempat muncul menjelang muktamar. Menurutnya, dinamika tersebut harus dijadikan bahan refleksi dan pelajaran agar tidak terulang. Ia berharap seluruh rangkaian proses dapat berlangsung secara terbuka dan mengutamakan semangat demokrasi internal organisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Alissa juga menyinggung soal warisan pemikiran ayahnya. Ia menilai bahwa menjadikan nama Gus Dur semata-mata sebagai jargon politik sudah tidak lagi relevan. Yang jauh lebih bermakna, menurutnya, adalah meneladani cara berpikir dan perilaku Gus Dur secara konsisten dalam kehidupan nyata.
Nilai-nilai yang dulu diperjuangkan Gus Dur, kata Alissa, seharusnya tercermin dalam keberanian untuk melawan segala bentuk ketidakadilan dan kezaliman. Ia juga menekankan bahwa keberpihakan NU terhadap rakyat kecil merupakan prinsip fundamental yang perlu terus diperkuat dan dijaga oleh siapa pun yang kelak memimpin organisasi ini.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, termasuk konsolidasi Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang NU oleh PBNU serta penetapan ratusan pengurus sebagai peserta sementara, Muktamar ke-35 diharapkan menjadi momentum penting bagi NU untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus menegaskan relevansinya di tengah dinamika bangsa.
Tag: Muktamar NU, Alissa Wahid, Nahdlatul Ulama, Gus Dur, Peta Jalan NU 2050