BMKG Peringatkan Hujan Lebat Sepekan ke Depan di Hampir Seluruh Wilayah Sumut
2026-08-11 17:07 WIB · aindari · 👁 594 dibaca

Anomali suhu muka laut di Samudra Hindia dan Selat Malaka memicu potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir di puluhan kabupaten/kota Sumatera Utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca untuk Sumatera Utara, menyebut kondisi hujan sedang hingga lebat akan mendominasi wilayah tersebut setidaknya dalam tujuh hari ke depan. Peringatan disampaikan Ketua Tim Meteorologi Early Warning Sistem BBMKG Wilayah I, Martha Rosefina, di Medan, Selasa.
Menurut Martha, terdapat sejumlah faktor atmosfer yang bekerja bersamaan dan memperbesar peluang hujan di Sumut. Anomali suhu muka laut yang lebih hangat dari normal terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan di Selat Malaka. Kondisi ini meningkatkan pasokan uap air ke daratan. Di sisi lain, belokan angin dan konvergensi angin terdeteksi di sekitar Pantai Timur Sumut, sementara aktivitas gelombang atmosfer juga sedang aktif di wilayah pantai barat hingga lereng timur Sumatera Utara.
Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan awan konvektif. Pada pagi hingga siang hari, cuaca yang cerah berawan memungkinkan pemanasan permukaan secara optimal atau solar heating, yang kemudian memicu ketidakstabilan atmosfer. Memasuki sore hingga malam hari, ketidakstabilan itu berpotensi melepaskan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sejumlah lokasi.
Wilayah yang masuk dalam zona potensi hujan lebat mencakup sebagian besar kabupaten dan kota di Sumut. Di antaranya Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Labuhanbatu beserta wilayah utara dan selatannya, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, dan Humbang Hasundutan. Potensi serupa juga berlaku untuk Samosir, Toba, Simalungun, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Mandailing Natal, Gunung Sitoli, serta empat wilayah kepulauan Nias — Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Masyarakat juga diminta hanya merujuk pada informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai kabar cuaca dari sumber tidak terverifikasi. Para kepala daerah diimbau berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat untuk memantau perkembangan cuaca melalui akun media sosial resmi @infobmkgsumut. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui call center BBMKG Wilayah I Medan di nomor 082168043653 atau melalui surel [email protected].
Tag: BMKG, Sumatera Utara, cuaca ekstrem, hujan lebat, anomali suhu laut