Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Jembatan Baru Akhiri Perjuangan Petani Ridomanah Seberangi Sungai dengan Rakit

2026-08-13 17:05 WIB · aindari · 👁 911 dibaca

Warga Desa Ridomanah kini bisa membawa hasil panen dengan motor setelah bertahun-tahun mengandalkan rakit bambu dan bahkan berenang untuk menyeberangi sungai.

Petani di Desa Ridomanah, yang selama bertahun-tahun harus berjuang menyeberangi sungai demi mencapai sawah dan ladang mereka, kini merasakan perubahan nyata. Sebuah jembatan yang baru diresmikan mengakhiri ketergantungan warga pada rakit bambu, galon-galon darurat, hingga cara paling ekstrem: berenang sambil membawa hasil panen.

Salah satu warga, Evi Sri Rahayu, mengisahkan bagaimana kondisi sebelum jembatan hadir. Warga biasa merakit penyeberangan sendiri dari bahan seadanya hanya untuk mengangkut padi ke seberang sungai. Kini, dengan jembatan yang bisa dilalui sepeda motor, perjalanan menjadi jauh lebih singkat dan praktis. Evi berharap kemudahan akses ini pada akhirnya ikut mendorong perekonomian warga desa ke arah yang lebih baik.

Warga Desa Ridogalih, Maryati, turut merasakan dampak serupa. Ia mengenang masa ketika satu-satunya cara menyeberangi sungai adalah dengan eretan atau rakit bambu sederhana. Kehadiran jembatan, menurutnya, sangat membantu aktivitas warga yang sehari-hari bergantung pada akses ke sawah dan ladang di seberang sungai.

Petani bernama Iman menceritakan situasi yang lebih berat lagi, terutama saat musim banjir tiba. Rakit yang biasa digunakan kerap lepas terseret arus, memaksa warga yang hendak menyeberang untuk berenang sendiri. Kondisi itu berlangsung bertahun-tahun dan menjadi hambatan serius bagi mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian. Dengan berdirinya jembatan, Iman menyebut sungai yang dulu menjadi penghalang kini bisa dilintasi dengan aman.

Jembatan di Desa Ridomanah merupakan bagian dari program pembangunan 3.395 jembatan oleh TNI-Polri yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara hibrida melalui konferensi video pada hari yang sama. Program ini menyasar berbagai wilayah dan difokuskan untuk membuka akses antarkawasan, termasuk mendukung kegiatan pertanian dan mobilitas masyarakat pedesaan yang selama ini terisolasi oleh hambatan geografis.

Bagi komunitas petani di Ridomanah dan Ridogalih, infrastruktur sederhana seperti jembatan memiliki dampak langsung yang terasa: hasil panen bisa diangkut lebih cepat, risiko kecelakaan saat menyeberang berkurang, dan peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian terbuka lebih lebar. Akses yang lebih baik ke lahan pertanian menjadi fondasi awal bagi peningkatan kesejahteraan warga desa.

Tag: jembatan desa, pertanian, infrastruktur pedesaan, Ridomanah, TNI-Polri