Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Stok Beras Nasional Diklaim 25 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Tahan hingga Panen Maret 2027

2026-09-20 06:06 WIB · aindari · 👁 579 dibaca

Menteri Pertanian menyebut total pasokan beras dari berbagai sumber mencapai sekitar 25–26 juta ton, jauh melampaui kebutuhan bulanan nasional di tengah ancaman El Niño.

Pemerintah menyatakan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi yang cukup kuat untuk melewati periode antarmusim hingga puncak panen berikutnya pada Maret 2027. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hal itu di Jakarta, Sabtu, usai menghadiri peringatan hari ulang tahun salah satu partai politik pada Jumat malam.

Amran merinci komponen pasokan beras yang menjadi dasar keyakinan tersebut. Tanaman siap panen atau standing crop diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton, stok yang beredar di sektor hotel, restoran, dan katering sekitar 10 juta ton, serta cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog berada di kisaran 5 juta ton. Dari ketiga komponen itu, total pasokan yang tersedia diperkirakan berada pada kisaran 25–26 juta ton.

Angka tersebut dinilai memberikan bantalan yang besar jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi nasional yang berada di kisaran 2,5–2,6 juta ton per bulan. Dengan rentang waktu dari September hingga puncak panen Maret, Amran menyebut pasokan yang ada cukup untuk menutup kebutuhan selama periode tersebut secara matematis.

Namun Amran menekankan bahwa kekuatan stok saat ini tidak cukup berdiri sendiri. Produksi harus terus berjalan agar cadangan dapat diperbarui menjelang musim panen berikutnya. Karena itu, pemerintah memperkuat sisi hulu melalui pembangunan infrastruktur irigasi dan kebijakan pupuk yang lebih terjangkau. Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan yang sama menyebutkan lebih dari 1.000 kilometer irigasi telah terbangun, sementara harga pupuk berhasil diturunkan meski jumlah pasokannya justru bertambah — yang disebutnya sebagai pencapaian pertama dalam sejarah Indonesia.

Presiden juga mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun terakhir, sejalan dengan berbagai kebijakan penguatan produksi dan infrastruktur yang dijalankan pemerintah.

Lebih jauh, Amran menyinggung bahwa Indonesia kini telah mulai merambah pasar ekspor beras. Menurutnya, ketika kebutuhan domestik terpenuhi dan produksi menghasilkan surplus, ekspor menjadi peluang berikutnya yang terbuka bagi Indonesia — sebuah pergeseran dari sekadar memenuhi kebutuhan dalam negeri menuju pengelolaan surplus pangan.

Di tengah ancaman musim kering akibat El Niño, pemerintah menyatakan kombinasi antara cadangan yang memadai, infrastruktur irigasi yang terus diperluas, serta akses pupuk yang lebih baik menjadi tiga pilar utama dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan nasional ke depan.

Tag: beras, ketahanan pangan, El Niño, Kementerian Pertanian, swasembada