Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Pakar IPB Dorong Minyak Sawit Merah Jadi Suplemen, Dinilai Ampuh Atasi Stunting hingga Alzheimer

2026-08-13 17:10 WIB · aindari · 👁 386 dibaca

Guru besar IPB University menyebut minyak sawit merah kaya nutrisi penting dan berpotensi menjadi solusi gizi nasional jika dikemas dalam bentuk suplemen.

Minyak sawit merah dinilai menyimpan potensi besar sebagai produk kesehatan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi Pertanian IPB University, Prof Endang Prangdimurti, mendorong agar konsumsi minyak ini ditingkatkan demi memberi manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Menurut Endang, minyak sawit merah mengandung sejumlah senyawa bernilai tinggi, antara lain tokoferol, tokotrienol, dan karotenoid dalam kadar yang signifikan. Selain itu, produk ini juga mengandung tiga elemen krusial bagi tubuh manusia: pro-vitamin A, vitamin E, dan squalene. Ia menyebut kandungan pro-vitamin A berperan dalam regulasi gen untuk hormon pertumbuhan sekaligus menjaga imunitas dan mencegah infeksi pencernaan, sementara squalene berkontribusi pada pembentukan kolesterol baik yang penting bagi perkembangan otak.

Dengan profil nutrisi tersebut, Endang meyakini minyak sawit merah dapat menjadi salah satu instrumen untuk menekan angka stunting di Indonesia. Manfaatnya tidak berhenti di sana — konsumsi rutin produk ini juga dikaitkan dengan kemampuan mencegah penyakit kardiovaskular serta gangguan kognitif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Agar lebih mudah diterima masyarakat luas, Endang mengusulkan agar minyak sawit merah dikemas dalam bentuk suplemen seperti kapsul atau sirop, mengikuti model konsumsi minyak ikan yang sudah lebih familiar. Ia berharap inovasi kemasan ini akan mendorong penerimaan yang lebih baik di kalangan konsumen. Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) selama ini memang terus mendorong pengembangan produk hilir sawit bernilai tambah, dan minyak sawit merah termasuk salah satu produk unggulan yang menjadi fokus.

Dari sisi distribusi dan pemberdayaan ekonomi, Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, mengusulkan agar minyak sawit merah disalurkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sehingga jangkauannya lebih luas hingga ke pelosok desa. Ia juga mendorong produksi skala industri rumahan sebagai cara untuk menciptakan kantong-kantong ekonomi baru, khususnya di kawasan sekitar perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

Suroto menambahkan, hilirisasi sawit dalam bentuk minyak sawit merah berpotensi membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, serta berkontribusi pada stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di tingkat koperasi petani. KDKMP diharapkan dapat berfungsi sekaligus sebagai jaringan bisnis dan ruang promosi bagi produk-produk unggulan daerah tersebut.

Tag: minyak sawit merah, IPB University, stunting, hilirisasi sawit, suplemen kesehatan