Wisudawan Polbangtan dan PEPI Terima 13 Traktor Tangan sebagai Modal Usaha Tani
2026-08-14 06:04 WIB · aindari · 👁 406 dibaca

Kementerian Pertanian menyerahkan 13 unit traktor tangan kepada lulusan pendidikan vokasi pertanian agar mereka membangun usaha, bukan sekadar mencari kerja.
Sebanyak 1.532 lulusan dari 27 program studi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) dikukuhkan dalam Wisuda Nasional Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Di tengah prosesi wisuda itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan 13 unit traktor tangan kepada para wisudawan sebagai modal awal membangun usaha pertanian di daerah asal masing-masing.
Amran menegaskan bantuan tersebut bukan sekadar pemberian, melainkan modal produktif yang harus diputar untuk menghasilkan nilai lebih. Ia mendorong para lulusan agar tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan, tetapi berani merintis usaha dan membuka lapangan kerja di sektor pertanian. Menurutnya, pengalaman membangun usaha dari nol akan mengajarkan generasi muda cara mendapatkan modal, mengelola risiko, dan mengembangkan bisnis secara nyata.
Kepada para wisudawan, Amran juga menekankan bahwa kesuksesan usaha tidak datang secara instan. Kerja keras, konsistensi, dan keberanian bertindak ia sebut sebagai kunci utama. Lulusan pendidikan vokasi pertanian dinilai memiliki posisi strategis dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian, sehingga dukungan sarana produksi menjadi kelanjutan logis dari pendidikan yang telah mereka tempuh.
Pemberian 13 traktor tangan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong lulusan vokasi menjadi pelaku utama pertanian modern. Kombinasi pendidikan, penguasaan teknologi, dan dukungan alat produksi diharapkan membuat para lulusan mampu membawa modernisasi pertanian hingga ke tingkat petani di daerah.
Salah satu penerima bantuan, Roy Pulan, wisudawan Polbangtan Yogyakarta-Magelang asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengungkapkan rencana konkret pemanfaatan traktor tersebut. Di wilayah Cindai Alus dan sekitarnya, masih banyak petani yang menggarap lahan secara manual karena belum terbiasa menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). Roy berencana tidak hanya mengoperasikan traktor untuk kegiatan usaha, tetapi juga menggelar pelatihan bagi petani setempat mengenai cara penggunaan traktor tangan, transplanter, dan alsintan lainnya.
Menurut Roy, keterlibatan anak muda dengan membawa teknologi pertanian menjadi jawaban atas tantangan regenerasi petani di daerahnya, di mana sebagian besar petani masih didominasi generasi yang lebih tua. Pendampingan dinilai penting agar adopsi teknologi berjalan optimal, tidak sekadar memiliki alat tanpa memahami cara penggunaannya.
Tag: Polbangtan, traktor tangan, vokasi pertanian, regenerasi petani, Kementerian Pertanian