Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

115 Titik Irigasi Dibangun di Demak demi Kejar Swasembada Pangan

2026-08-11 17:04 WIB · aindari · 👁 567 dibaca

Pemerintah pusat menggelontorkan tiga program irigasi sekaligus di Kabupaten Demak untuk mendorong petani panen hingga tiga kali setahun.

Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menerima bantuan infrastruktur irigasi dari pemerintah pusat yang mencakup 115 lokasi, tersebar di seluruh kecamatan dalam wilayah kabupaten tersebut. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya nasional mewujudkan swasembada pangan melalui optimalisasi lahan pertanian.

Ada tiga skema program yang masuk ke Demak sekaligus. Pertama, program Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang menjangkau 71 titik, masing-masing mendapat anggaran Rp155,7 juta. Kedua, program Operasi dan Pemeliharaan (OPCIT) di 40 lokasi dengan nilai bantuan sekitar Rp100 juta per lokasi. Ketiga, program Blangkon atau P3-TGAI di empat titik, masing-masing senilai Rp123 juta. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, pada Selasa.

Ketiga program tersebut memiliki fungsi yang berbeda. IRPOM menyediakan mesin pompa air beserta pipa untuk mengalirkan air dari sumber terdekat ke sawah yang kering, dengan tujuan agar petani dapat panen dua hingga tiga kali dalam setahun. OPCIT berfokus pada pemulihan fungsi saluran irigasi yang sudah ada, mencakup penataan aliran air, pengerukan sedimen, dan perbaikan ringan. Sementara P3-TGAI merupakan program perbaikan saluran irigasi tingkat desa yang dikerjakan secara gotong royong oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dengan sistem pembayaran tunai.

Seluruh proyek mulai dikerjakan pada Juni 2026 melalui mekanisme swakelola kelompok tani. Hingga kini, progres pengerjaan dilaporkan berada di kisaran 30 hingga 70 persen, bergantung lokasi. Pencairan anggaran dilakukan dalam dua tahap: 70 persen di awal dan sisanya 30 persen setelah pekerjaan berjalan. Agus menargetkan semua program rampung sebelum akhir Desember 2026.

Dari sisi teknis, setiap pengajuan bantuan didahului perencanaan dan survei lapangan bersama konsultan sebelum diajukan ke pemerintah pusat. Pelaksanaan di lapangan juga diawasi tim teknis Dinas Pertanian dan Pangan Demak selaku perwakilan kementerian terkait. Untuk program IRPOM, lahan yang digunakan merupakan lahan bengkok desa sehingga tidak menimbulkan kendala kepemilikan lahan.

Agus menyatakan harapannya agar bantuan ini mampu memperlancar aliran air irigasi dan pada akhirnya mendongkrak produktivitas pertanian di Demak. Apabila jaringan irigasi yang dibangun belum menjangkau seluruh areal pertanian, pemerintah kabupaten berencana mengusulkan perluasan melalui APBD Demak sebagai langkah lanjutan.

Tag: irigasi, Demak, swasembada pangan, pertanian, IRPOM