El Niño 2026 Ancam Produksi Beras dan Jagung, Pakar IPB Desak Mitigasi Segera
2026-08-14 17:04 WIB · aindari · 👁 903 dibaca

Guru Besar IPB memperingatkan potensi penurunan produksi padi hingga 5 persen dan jagung pada paruh kedua 2026 akibat El Niño yang diprakirakan sangat kuat.
Capaian swasembada delapan komoditas pangan yang baru saja diumumkan Presiden Prabowo Subianto berpotensi menghadapi ujian berat. Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan bahwa fenomena El Niño yang diprakirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026 dapat menekan kinerja sektor pangan nasional, khususnya pada komoditas beras dan jagung.
Peringatan itu disampaikan Andreas dalam diskusi daring yang diselenggarakan Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia di Jakarta, Jumat. Ia merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut El Niño pada periode tersebut berpotensi sangat kuat, sehingga membuka risiko penurunan produksi di sejumlah komoditas pangan strategis.
Menurut Andreas, kondisi ini berbeda jauh dari tahun 2025, ketika fenomena La Niña memberikan curah hujan yang menguntungkan bagi pertanian dan memungkinkan petani menanam sepanjang tahun. Kini, situasi berbalik dengan ancaman cuaca panas ekstrem yang dapat mengganggu ketersediaan air irigasi. Ia memperkirakan produksi padi akan turun sekitar 3 hingga 5 persen, sementara jagung juga berisiko mengalami penurunan karena tanaman tersebut membutuhkan pasokan air yang cukup besar.
Dampak El Niño terhadap jagung dinilai bersifat berantai. Andreas menjelaskan bahwa petani umumnya menanam jagung pada musim tanam kedua setelah panen padi. Apabila ketersediaan air tidak mencukupi, petani cenderung beralih ke tanaman lain yang berumur lebih pendek dan tidak memerlukan banyak air, sehingga luas tanam jagung pun berpotensi menyusut.
Di sisi lain, Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun terakhir. Kedelapan komoditas itu meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Meski pencapaian itu menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Andreas menegaskan bahwa dua dari delapan komoditas tersebut — beras dan jagung — justru paling rentan terhadap tekanan El Niño. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan langkah mitigasi yang konkret agar produksi tidak tergerus signifikan pada paruh kedua tahun ini.
Tag: El Niño, ketahanan pangan, produksi beras, jagung, IPB