PBB Desak AS Penuhi Kewajiban Tuan Rumah soal Akses Palestina ke Sidang Umum
2026-08-22 17:09 WIB · aindari · 👁 435 dibaca

PBB menegaskan Amerika Serikat wajib memfasilitasi kehadiran pejabat asing di agenda PBB, menyusul laporan rencana pelarangan kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk tahun kedua berturut-turut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi dari Amerika Serikat terkait laporan yang menyebut Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali akan dilarang memasuki New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan pada Jumat.
Sejumlah media lokal AS sebelumnya melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump berencana memblokir kunjungan Abbas untuk tahun kedua berturut-turut. Dujarric mengakui PBB mengetahui laporan tersebut, namun menegaskan belum ada notifikasi resmi yang diterima dari pihak Washington.
Dujarric menjelaskan bahwa urusan visa bagi kepala negara dan pejabat senior anggota PBB bukan wewenang Sekretariat PBB, melainkan sepenuhnya ditangani oleh AS selaku negara tuan rumah Markas Besar PBB. Karena itu, PBB tidak memiliki kendali langsung atas keputusan pemberian atau penolakan visa tersebut.
Meski demikian, PBB menegaskan posisinya dengan jelas: AS terikat kewajiban berdasarkan perjanjian negara tuan rumah untuk memfasilitasi akses para diplomat dan pejabat pemerintahan yang datang guna mengikuti agenda PBB di New York. Dujarric menyebut seruan ini berlaku konsisten, terlepas dari identitas atau asal negara pejabat yang bersangkutan.
Juru bicara itu juga mengakui bahwa penolakan visa oleh negara tuan rumah bukan hal baru. Ia menyebut persoalan serupa pernah muncul sebelumnya, termasuk dalam kasus yang melibatkan delegasi Rusia. Dalam setiap insiden semacam itu, Sekretariat PBB dikatakannya selalu menyampaikan keberatan secara langsung kepada AS dan akan terus melakukan hal yang sama.
Pertanyaan soal apakah pembatasan akses oleh AS dapat mengancam independensi PBB juga disinggung dalam sesi tanya jawab tersebut. Dujarric tidak menampik bahwa isu ini menyentuh prinsip-prinsip dasar operasional organisasi internasional itu, dan menegaskan PBB akan terus mengingatkan negara tuan rumah atas tanggung jawab yang telah disepakati.
Sidang Majelis Umum PBB merupakan forum tahunan yang mempertemukan pemimpin dan perwakilan dari seluruh negara anggota. Ketidakhadiran seorang kepala negara akibat penolakan visa dari tuan rumah dinilai berpotensi menimbulkan preseden yang mempersoalkan netralitas dan aksesibilitas forum multilateral terpenting dunia itu.
Tag: PBB, Palestina, Mahmoud Abbas, Majelis Umum PBB, Amerika Serikat