Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Di Balik Ketegangan Suriah: Mengapa Turki Urung Membalas Serangan Israel ke Abu al-Duhur

2026-08-23 06:09 WIB · aindari · 👁 834 dibaca

Meski Israel menyerang pangkalan udara yang berada di wilayah pengaruh Turki di Suriah, Ankara memilih menahan diri di tengah tekanan diplomatik dan peringatan keras dari Tel Aviv.

Ketegangan antara Turki dan Israel di Suriah mencapai titik kritis setelah militer Israel melancarkan serangan ke Pangkalan Udara Abu al-Duhur, fasilitas strategis yang berada di kawasan yang selama ini berada dalam lingkup pengaruh Ankara. Namun alih-alih membalas, Turki memilih menahan diri — sebuah keputusan yang menarik perhatian luas mengingat ratusan kendaraan lapis baja Turki dilaporkan telah dikerahkan ke wilayah Suriah.

Israel secara terbuka memperingatkan Turki agar tidak ikut campur lebih jauh dalam dinamika militer di Suriah. Peringatan itu bukan sekadar retorika; kepala Mossad dilaporkan secara diam-diam menghubungi sejumlah negara Arab dalam rangkaian komunikasi yang kemudian diarahkan pula untuk menyentuh isu ketegangan dengan Turki, menandakan bahwa Tel Aviv aktif membangun tekanan diplomatik dari berbagai jalur.

Amerika Serikat turut mengambil peran dengan menginisiasi upaya pencegahan konflik yang melibatkan ketiga pihak: Suriah, Turki, dan Israel. Langkah Washington ini mencerminkan kekhawatiran bahwa eskalasi di lapangan dapat dengan cepat berkembang menjadi konfrontasi langsung yang lebih luas, mengingat masing-masing pihak memiliki pasukan dan kepentingan yang saling bersinggungan di wilayah Suriah.

Pengerahan ratusan kendaraan lapis baja oleh Turki ke Suriah menunjukkan bahwa Ankara sesungguhnya memiliki kapasitas dan kesiapan untuk merespons secara militer. Namun kalkulasi politik tampaknya mengalahkan opsi tersebut, setidaknya untuk saat ini. Turki berada dalam posisi yang kompleks: di satu sisi ingin mempertahankan pengaruhnya di Suriah utara, di sisi lain tidak ingin terseret dalam konfrontasi langsung dengan Israel yang berpotensi memperumit hubungannya dengan sekutu-sekutu Barat.

Ketegangan ini menambah lapisan baru dalam konflik Suriah yang sudah berlapis. Israel selama ini secara konsisten melancarkan serangan udara ke berbagai target di Suriah dengan alasan mencegah penguatan milisi pro-Iran, sementara Turki memiliki agenda tersendiri terkait kelompok-kelompok bersenjata di kawasan perbatasan. Persinggungan kepentingan keduanya di Suriah menjadikan potensi gesekan selalu terbuka.

Situasi ini masih terus berkembang. Dengan kehadiran militer Turki yang signifikan di lapangan dan Israel yang tidak menunjukkan tanda-tanda mengurangi operasinya di Suriah, upaya mediasi Amerika Serikat menjadi faktor penting yang akan menentukan apakah ketegangan ini dapat diredam atau justru akan meningkat dalam waktu dekat.

Tag: Turki, Israel, Suriah, Pangkalan Udara Abu al-Duhur, Timur Tengah