Wang Yi dan Luhut Bahas Perluasan Investasi China di Sektor Strategis Indonesia
2026-08-23 06:12 WIB · aindari · 👁 392 dibaca

Menlu China Wang Yi bertemu Ketua DEN Luhut Panjaitan di Jakarta untuk mempererat kerja sama investasi, termasuk energi hijau, kecerdasan buatan, dan kereta api cepat.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menemui Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Indonesia Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pertemuan itu menitikberatkan pada iklim investasi bagi perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kemitraan strategis.
Kunjungan Wang Yi ke Jakarta berlangsung pada 20–22 Agustus 2026, dalam rangka menghadiri dua forum penting: pertemuan perdana Dialog Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Dialogue/CSD) serta Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 yang mempertemukan menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.
Dalam pertemuan dengan Luhut, Wang Yi menyampaikan bahwa China secara sungguh-sungguh ingin membantu Indonesia mempercepat pembangunan, termasuk mendorong perusahaan-perusahaan China untuk terus menanamkan modal dan mengembangkan usaha di sini. Ia juga menyebut kerja sama kedua negara sebagai contoh nyata hubungan saling menguntungkan di antara negara-negara Global South, dan memposisikan China sebagai mitra strategis jangka panjang yang dapat diandalkan Indonesia.
Dari sisi Indonesia, Luhut menegaskan bahwa hubungan kedua negara dibangun di atas saling menghormati dan kepercayaan yang telah terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada proyek-proyek besar di atas kertas, melainkan harus menghasilkan hal konkret: penciptaan lapangan kerja, alih teknologi, dan peningkatan taraf hidup rakyat.
Selain memperkuat kerja sama di sektor energi dan mineral yang sudah berjalan, Luhut mengungkapkan Indonesia akan memperluas kolaborasi ke industri-industri baru, antara lain energi hijau, kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, bioteknologi, serta pengembangan sains dan teknologi herbal dan hortikultura (TSTH2) untuk riset biodiversitas dan kesehatan. Melalui kerangka kerja DEN dengan National Development and Reform Commission (NDRC) China, kedua pihak berencana menyusun peta jalan jangka panjang yang mencakup proyek kereta api cepat, pengembangan energi hijau di Kalimantan Utara, hingga program pengentasan kemiskinan.
Luhut merangkum logika kemitraan ini dengan sederhana: China membawa modal, teknologi, dan kapasitas industri, sementara Indonesia menawarkan sumber daya alam, keanekaragaman hayati, populasi muda, dan pasar yang besar. Menurutnya, jika dua kekuatan Global South ini menggabungkan keunggulan masing-masing atas dasar kepercayaan, hasilnya akan membawa kemakmuran bagi kedua bangsa.
Tag: Wang Yi, Luhut Panjaitan, investasi China, kerja sama Indonesia-China, Global South