Prabowo Dijadwalkan Bertemu Putin untuk Kelima Kalinya di Sela Forum Ekonomi Vladivostok
2026-09-01 16:31 WIB · aindari · 👁 557 dibaca

Pertemuan bilateral Prabowo-Putin di sela Eastern Economic Forum 2026 diharapkan menghasilkan langkah konkret kerja sama kedua negara.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 3 September 2026, di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia timur jauh. Kepastian agenda itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, usai konferensi pers roadshow Komite Pariwisata Kota Moskow di Jakarta, Selasa.
Menurut Tolchenov, pertemuan bilateral tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepresidenan Rusia, meski secara prinsip sudah diharapkan terlaksana. Sebelumnya, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, telah mengumumkan pada 28 Agustus bahwa Prabowo akan menjadi tamu utama dalam forum ekonomi yang digelar pada 1 hingga 4 September 2026 itu. Ushakov juga membenarkan rencana pertemuan empat mata antara kedua kepala negara di sela forum tersebut.
Jika terlaksana, pertemuan ini akan menjadi yang kelima antara Prabowo dan Putin dalam rentang dua tahun terakhir — sebuah frekuensi yang oleh Tolchenov disebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Rusia. Dubes Rusia itu berharap kedua pemimpin dapat mendorong berbagai kesepakatan kerja sama bilateral yang sudah ada agar benar-benar terwujud dalam bentuk aksi nyata yang menguntungkan kedua belah pihak.
Dalam forum EEF 2026, Prabowo dan Putin sama-sama dijadwalkan tampil sebagai pembicara kunci. Sesi pleno forum juga akan dihadiri sejumlah pemimpin kawasan, antara lain Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang.
Partisipasi Indonesia dalam EEF 2026 tidak terbatas pada level kepala negara. Tolchenov mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima konfirmasi keikutsertaan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia. Perwakilan Provinsi Aceh, misalnya, akan tampil sebagai pembicara dalam sesi yang membahas pembangunan kawasan di negara-negara Asia Pasifik. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pun dilaporkan akan mengirimkan delegasi besar untuk berpartisipasi dalam pertemuan dan diskusi di tingkat bisnis.
Kehadiran Prabowo di Vladivostok menjadi sinyal diplomatik yang cukup menonjol, mengingat forum ini merupakan platform utama Rusia untuk memperkuat keterhubungan ekonomi dengan kawasan Asia Pasifik. Bagi Indonesia, partisipasi aktif di berbagai sesi forum — mulai dari kepala negara hingga pemerintah daerah dan pelaku usaha — menunjukkan keseriusan dalam menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dengan Rusia di tengah dinamika geopolitik global.
Tag: Prabowo Subianto, Vladimir Putin, Eastern Economic Forum, diplomasi Indonesia-Rusia, Vladivostok