Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Delapan WNI Masuk Dinas Militer Rusia, Diiming-imingi Gaji Tinggi dan Janji Tugas Aman

2026-09-01 17:01 WIB · aindari · 👁 828 dibaca

Intelijen Ukraina mengungkap delapan warga negara Indonesia direkrut menjadi bagian dari angkatan bersenjata Rusia dengan iming-iming bayaran besar dan janji tidak dilibatkan dalam pertempuran langsung.

Delapan warga negara Indonesia (WNI) disebut telah bergabung dengan militer Rusia, sebuah fakta yang diungkap oleh pihak intelijen Ukraina. Nama-nama mereka bahkan telah dirilis secara resmi oleh pihak Ukraina sebagai bagian dari informasi yang mereka kumpulkan terkait rekrutmen warga asing ke dalam barisan tentara Rusia.

Menurut informasi intelijen yang beredar, para WNI tersebut pada awalnya tidak mengetahui bahwa mereka akan masuk ke lingkungan militer. Mereka direkrut dengan kedok lowongan kerja biasa — salah satunya posisi satpam atau petugas keamanan — dengan tawaran gaji yang jauh di atas rata-rata. Daya tarik finansial inilah yang diduga menjadi faktor utama mengapa mereka bersedia berangkat.

Selain iming-iming upah tinggi, para perekrut juga meyakinkan calon anggota bahwa tugas yang akan diemban bersifat non-tempur. Artinya, mereka dijanjikan tidak akan dikirim langsung ke garis depan medan perang. Janji semacam ini kerap digunakan sebagai strategi untuk meredam kekhawatiran calon rekrutan terhadap risiko keselamatan jiwa.

Proses rekrutmen disebut tidak dilakukan secara langsung dari Rusia ke Indonesia. Ketua Harian DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa para WNI tersebut masuk melalui negara pihak ketiga sebelum akhirnya bergabung dengan militer Rusia. Jalur tidak langsung seperti ini lazim digunakan untuk menyamarkan asal-usul rekrutmen dan mempersulit pelacakan.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran serius di dalam negeri, mengingat keterlibatan warga sipil Indonesia dalam konflik bersenjata di luar negeri — apalagi di bawah bendera negara yang sedang berperang — berpotensi melanggar sejumlah ketentuan hukum, baik hukum nasional Indonesia maupun hukum internasional yang mengatur tentang tentara bayaran. Pemerintah Indonesia hingga kini belum merilis pernyataan resmi yang merinci langkah konkret yang akan diambil terkait kasus ini.

Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari dua tahun terus menarik perhatian dunia, termasuk karena laporan-laporan mengenai rekrutmen warga negara asing ke dalam barisan militer kedua belah pihak. Kasus delapan WNI ini menjadi salah satu yang pertama kali terdokumentasi secara publik dan melibatkan warga Indonesia secara langsung dalam pusaran perang tersebut.

Tag: WNI, Tentara Rusia, Ukraina, Rekrutmen Militer, Konflik Rusia-Ukraina