Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Ketegangan AS-Iran Meluas ke Kawasan Teluk, Harga Minyak Melonjak

2026-09-01 17:07 WIB · aindari · 👁 812 dibaca

Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas dengan serangan ke Pulau Larak, memicu kekhawatiran di negara-negara Teluk dan mendorong harga minyak dunia menembus level tinggi.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam hingga berdampak pada stabilitas kawasan Teluk Persia. Situasi ini mencuat setelah AS melancarkan serangan militer yang menyasar Pulau Larak, sebuah wilayah yang memiliki arti strategis bagi Iran di perairan kawasan tersebut.

Pulau Larak menjadi sorotan karena posisinya yang krusial bagi kepentingan militer dan maritim Iran. Pulau ini disebut-sebut terkait dengan aktivitas Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia. Muncul pula laporan yang mempertanyakan apakah Iran telah menyebarkan ranjau laut di Selat Hormuz menggunakan roket, meski klaim tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas yang difokuskan untuk melumpuhkan sistem radar Iran. Pendekatan ini mencerminkan kalkulasi Washington untuk menekan kemampuan pertahanan Iran tanpa memicu eskalasi perang skala penuh, meski batas antara keduanya tetap tipis dan berisiko.

Dampak dari konflik yang kembali membara ini langsung terasa di pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak hingga menembus angka 91,05 dolar AS per barel, seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap gangguan pasokan yang bisa terjadi apabila Selat Hormuz — yang menjadi jalur ekspor minyak dari negara-negara Teluk — terganggu oleh eskalasi militer lebih lanjut.

Negara-negara Teluk turut merasakan imbas dari memburuknya hubungan kedua kekuatan ini. Kawasan yang selama ini menjadi titik temu kepentingan geopolitik AS dan Iran kini menghadapi tekanan baru, dengan potensi risiko keamanan yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi dan politik regional. Lonjakan harga minyak bisa menjadi sinyal awal dari sentimen pasar yang semakin waspada terhadap perkembangan di kawasan ini.

Eskalasi terbaru ini menambah panjang daftar ketegangan yang telah berlangsung antara Washington dan Teheran selama bertahun-tahun. Dengan serangan ke Pulau Larak dan wacana operasi militer terbatas yang terus bergulir, prospek de-eskalasi dalam waktu dekat tampak semakin sulit, sementara kawasan Teluk dan pasar energi global terus memantau perkembangan situasi dengan cermat.

Tag: Iran, Amerika Serikat, Teluk Persia, Harga Minyak, Selat Hormuz