Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Syngenta Perkenalkan Insektisida Berbasis Plinazolin untuk Lindungi Cabai dari Serangan Thrips

2026-09-02 06:13 WIB · aindari · 👁 565 dibaca

PT Syngenta Indonesia meluncurkan produk insektisida Simodis di Jember guna membantu petani cabai mengendalikan hama thrips yang mengancam produktivitas dan kualitas panen.

Hama thrips menjadi salah satu ancaman serius bagi petani cabai di Indonesia. Serangga berukuran sangat kecil berbentuk langsing ini dapat merusak tanaman mulai dari pucuk, daun, bunga, hingga buah, dan berpotensi menurunkan kualitas serta nilai jual hasil panen. Untuk menjawab tantangan itu, PT Syngenta Indonesia meluncurkan insektisida Simodis yang dikembangkan berbasis teknologi Plinazolin.

Peluncuran dilakukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur — salah satu sentra produksi cabai di wilayah tersebut. Pemilihan lokasi bukan tanpa alasan: data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi cabai di Jember sepanjang 2024 mencapai 176.234 kuintal, menjadikannya kawasan strategis untuk memperkenalkan teknologi perlindungan tanaman secara langsung kepada petani.

Menurut National Sales Head Syngenta Indonesia Fauzi Tubat, petani hortikultura saat ini menghadapi tiga tekanan utama: kekeringan, fluktuasi harga komoditas, serta serangan hama dan penyakit. Cabai sendiri merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang besar, sehingga gangguan pada produktivitasnya berdampak cukup luas. Fauzi menegaskan bahwa penggunaan produk perlindungan tanaman yang tepat menjadi salah satu langkah konkret untuk mengatasi persoalan hama.

Tekanan thrips dinilai semakin relevan seiring perubahan kondisi lingkungan. Fenomena El Niño, misalnya, berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan datang lebih awal, kondisi yang justru mendukung perkembangan populasi hama. Dalam situasi seperti itu, pengendalian yang efektif menjadi kunci agar tanaman tetap produktif dan kualitas panen terjaga.

Dampak pengendalian thrips yang berhasil terlihat pada kondisi fisik tanaman: pucuk lebih sehat, daun tidak mudah menggulung atau keriput, bunga lebih cerah dan tidak rontok, serta buah cabai yang tumbuh lebih lurus sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Hal ini disampaikan langsung oleh petani cabai setempat, Arif Saifur Rohman, yang mengaku hasil panennya meningkat dan proporsi buah bengkok berkurang setelah menggunakan teknologi tersebut.

Selain sebagai ajang peluncuran produk, kegiatan di Jember juga dirancang sebagai sarana edukasi agar lebih banyak petani dapat mengenal dan mencoba langsung teknologi perlindungan tanaman berbasis Plinazolin. Syngenta berharap pendekatan ini dapat memperluas pemahaman petani tentang pengelolaan hama yang lebih terencana dan berbasis teknologi.

Tag: cabai, thrips, Syngenta, insektisida, hortikultura