Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Iran Balas Serangan AS: IRGC Tembakkan Rudal ke Yordania dan Bahrain, Lima Warga Tewas di Hormozgan

2026-09-02 13:01 WIB · aindari · 👁 770 dibaca

Eskalasi militer antara Iran dan Amerika Serikat memanas setelah IRGC melancarkan serangan balasan ke pangkalan AS di kawasan, menyusul pengeboman yang menewaskan warga sipil di acara pernikahan.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meledak menjadi konfrontasi terbuka pada Selasa malam (1/7) ketika Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan telah memulai serangan terhadap pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah. Langkah itu diambil sebagai respons atas serangan udara AS yang lebih dulu menghantam sejumlah provinsi di selatan Iran pada hari yang sama.

Serangan AS menargetkan berbagai lokasi di wilayah selatan Iran, termasuk kawasan Sirik, Bandar Abbas, Qeshm, dan Jask di Provinsi Hormozgan; Konarak dan Chabahar di Provinsi Sistan dan Baluchestan; Jiroft di Provinsi Kerman; serta Asaluyeh di Provinsi Bushehr. Salah satu lokasi yang terdampak adalah sebuah acara pernikahan di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan. Wakil Gubernur Hormozgan untuk urusan politik dan keamanan, Ahmad Nafisi, sebagaimana dikutip kantor berita Fars, menyebutkan bahwa korban tewas mencapai sedikitnya lima orang — termasuk seorang anak berusia empat tahun dan seorang perempuan — sementara lebih dari 50 orang lainnya mengalami luka-luka.

Merespons serangan itu, IRGC menyatakan telah menembak jatuh sebuah drone pengintai MQ-9 Reaper milik AS. Pasukan dirgantara IRGC juga dilaporkan melancarkan serangan gabungan rudal balistik dan drone ke Kamp Titin di Yordania serta Pangkalan Udara Shaikh Isa di Bahrain. IRGC mengklaim serangan tersebut menewaskan sejumlah tentara AS dan menghancurkan beberapa fasilitas serta helikopter tempur di kedua lokasi itu, meski klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Angkatan Bersenjata Yordania (JAF) memberikan gambaran berbeda terkait insiden di wilayahnya. Menurut JAF, sistem pertahanan udara Yordania berhasil mencegat dan menghancurkan 10 dari 13 rudal balistik yang memasuki wilayah udara negara itu dari arah Iran. Tiga rudal sisanya jatuh di area terpencil yang jauh dari permukiman warga, dan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka di pihak Yordania.

Dari sisi AS, Komando Pusat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya operasi militer terhadap target-target IRGC melalui unggahan di platform media sosial X, bertepatan dengan terdengarnya sejumlah ledakan di berbagai provinsi selatan Iran. Sementara itu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya — komando militer utama Iran — menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran akan melancarkan serangan balasan yang lebih besar terhadap AS sebagai respons atas agresi udara tersebut.

IRGC juga memperingatkan bahwa tindakan militer AS hanya akan memperpanjang penutupan Selat Hormuz dan semakin memperkuat tekad Iran untuk mengusir kehadiran asing di jalur pelayaran strategis itu. Eskalasi ini menandai salah satu konfrontasi langsung paling serius antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak yang berpotensi meluas ke stabilitas kawasan dan jalur perdagangan global yang melewati Selat Hormuz.

Tag: Iran, IRGC, Amerika Serikat, Timur Tengah, Selat Hormuz