Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Politik

Lukman Edy, Arsitek di Balik Kemenangan Gus Kikin di Muktamar NU Ke-35

2026-09-03 06:03 WIB · aindari · 👁 310 dibaca

Dalam waktu persiapan hanya dua minggu, koordinasi Lukman Edy disebut menjadi faktor penentu Gus Kikin meraih 472 suara dukungan sebagai Ketua Umum PBNU.

Kemenangan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 pada Muktamar Ke-35 NU ternyata tak lepas dari peran seorang tokoh di balik layar: H. Muhammad Lukman Edy. Hal itu diungkapkan oleh Abi Rekso, Juru Bicara Tim Qanun Asasi yang merupakan tim pemenangan Gus Kikin.

Menurut Abi Rekso, Lukman Edy memiliki jaringan yang luas dan kedekatan personal dengan berbagai tokoh penting Nahdlatul Ulama di seluruh penjuru Indonesia. Kedekatan itulah yang menjadi modal utama dalam menggalang dukungan bagi Gus Kikin, terutama mengingat waktu konsolidasi yang tersedia sangat terbatas. "Kalau boleh jujur, persiapan ini hanya 2 minggu setelah Yai Kikin mantap untuk maju. Di bawah koordinasi Pak Lukman Edy seluruh tim bersinergi secara pararel. Alhamdulillah hasil dukungan 472 karena kerja cerdas yang solid," ujar Abi Rekso dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Lukman Edy bukan nama baru di lingkungan NU maupun politik nasional. Pria kelahiran Teluk Pinang, Indragiri Hilir, Riau, 26 November 1970 ini merupakan alumni Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Kiprahnya di NU dimulai dari perannya sebagai salah satu tokoh Melayu yang turut menggalang kekuatan NU di Sumatera untuk bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di bawah kepemimpinan Gus Dur. Ia juga pernah memimpin PKB Riau dan menjabat sebagai anggota DPRD Riau.

Di tingkat nasional, Lukman Edy dipercaya oleh Muhaimin Iskandar sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB pada 2005. Dua tahun berselang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal untuk periode 2007–2009, sebuah jabatan yang semakin memperluas jaringan dan pengaruhnya di berbagai daerah.

Muktamar Ke-35 NU sendiri berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, dan menghasilkan kepemimpinan baru organisasi: KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais 'Aam, sementara Gus Kikin menduduki posisi Ketua Umum. Presiden Prabowo Subianto hadir dalam dua momen penting muktamar tersebut, yakni saat pembukaan pada 27 Agustus 2026 maupun saat penutupan pada 31 Agustus 2026. Kehadiran kepala negara itu dinilai menegaskan posisi NU tidak hanya sebagai organisasi pendiri bangsa, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan berbagai program nasional.

Tag: PBNU, Muktamar NU, Gus Kikin, Lukman Edy, Nahdlatul Ulama