Kemenko Pangan Gandeng Unpatti Kembangkan Kampung Nelayan di Maluku
2026-09-03 06:11 WIB · aindari · 👁 467 dibaca

Pemerintah ingin nilai tukar nelayan naik dari 103 menjadi 120 pada 2027 lewat kampung nelayan yang dilengkapi fasilitas ekonomi dan dukungan perguruan tinggi.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan membuka peluang kerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) guna memperkuat program pengembangan kampung nelayan di Maluku. Kolaborasi ini diarahkan agar ketahanan pangan sektor kelautan dan perikanan memberi dampak nyata bagi masyarakat pesisir, bukan sekadar target di atas kertas.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan hal itu saat berada di Ambon, Rabu. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi penting karena program kampung nelayan membutuhkan pendekatan berbasis riset, mulai dari penguatan kelembagaan, teknologi pengolahan hasil tangkapan, hingga pengembangan ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
Salah satu alasan mendesak di balik program ini adalah kesenjangan kesejahteraan antara nelayan dan petani. Nilai tukar nelayan (NTN) saat ini berada di kisaran 103, jauh di bawah nilai tukar petani yang mencapai sekitar 127. Pemerintah menargetkan NTN bisa didorong hingga sekitar 120 pada akhir 2027.
Untuk mencapai target itu, kampung nelayan dirancang bukan semata sebagai kawasan hunian, melainkan sebagai pusat ekonomi pesisir yang lengkap. Fasilitas yang direncanakan mencakup balai lelang, cold storage, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), bengkel, dan berbagai sarana pendukung lainnya. Keberadaan fasilitas penyimpanan dinilai krusial karena selama ini nelayan kerap terpaksa menjual ikan dengan harga murah saat hasil tangkapan sedang melimpah. Dengan cold storage, nelayan memiliki ruang untuk menunggu harga yang lebih menguntungkan sebelum melepas hasil tangkapannya.
Maluku dipandang sebagai wilayah strategis untuk program ini mengingat karakteristiknya sebagai daerah kepulauan dengan potensi kelautan yang besar. Zulkifli juga menyebut pengembangan nilai ekonomi blue carbon sebagai salah satu dimensi yang ingin dikerjakan bersama perguruan tinggi, khususnya di wilayah seperti Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
Pemerintah sendiri telah menetapkan target ambisius: sebanyak 1.386 kampung nelayan ditargetkan beroperasi pada akhir 2026. Dengan menggandeng Unpatti, Kemenko Pangan berharap pendekatan pengembangan kampung nelayan menjadi lebih terukur dan berbasis kebutuhan lokal, sehingga peningkatan produksi perikanan benar-benar beriringan dengan penguatan rantai nilai dan pendapatan masyarakat nelayan secara jangka panjang.
Tag: kampung nelayan, Kemenko Pangan, Unpatti, nilai tukar nelayan, perikanan Maluku