Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Politik

Eddy Soeparno: Ketahanan Energi Gagal Jika Harga Tak Terjangkau dan Distribusi Tak Merata

2026-09-03 17:14 WIB · aindari · 👁 307 dibaca

Wakil Ketua MPR menegaskan ketahanan energi nasional harus mencakup akses yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan sekadar jaminan pasokan.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengingatkan bahwa konsep ketahanan energi nasional perlu dipahami secara lebih luas. Baginya, negara belum bisa disebut memiliki ketahanan energi yang sesungguhnya jika masyarakat masih kesulitan mengakses energi karena harga yang mahal atau distribusi yang tidak merata. Pernyataan ini disampaikannya di Jakarta, Kamis.

Eddy menempatkan energi sebagai kebutuhan dasar sekaligus tulang punggung daya saing ekonomi. Ia menjelaskan bahwa gangguan pada pasokan atau lonjakan harga energi akan merambat ke berbagai sektor kehidupan — mulai dari ongkos transportasi dan logistik, biaya produksi industri, hingga harga barang kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, ia menegaskan kebijakan energi harus diorientasikan pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Kebutuhan energi nasional sendiri terus tumbuh seiring laju industrialisasi, urbanisasi, dan perkembangan teknologi. Dalam konteks itu, Eddy menilai Indonesia perlu membangun sistem energi yang tidak hanya mampu memenuhi permintaan domestik, tetapi juga tahan terhadap tekanan eksternal. Ia mencontohkan situasi terkini di Selat Hormuz — kawasan yang menjadi jalur vital pasokan minyak dunia — di mana ketegangan yang belum mereda telah memicu persaingan antarnegara memperebutkan pasokan terbatas, mendorong harga energi naik, dan pada akhirnya memperburuk inflasi global.

Untuk memperkuat ketahanan dari sisi distribusi, Eddy mendorong penguatan infrastruktur energi agar jangkauannya benar-benar merata hingga ke daerah-daerah terpencil. Ia juga menekankan pentingnya memperbesar porsi sumber energi domestik guna mengurangi ketergantungan pada impor.

Di sisi transisi energi, Eddy mengambil posisi pragmatis. Energi fosil, menurutnya, masih perlu dikelola untuk memenuhi kebutuhan selama masa peralihan, namun pengembangan energi baru dan terbarukan harus dipercepat secara paralel. Ia berargumen bahwa semakin beragam bauran sumber energi yang dimiliki Indonesia, semakin kokoh pula fondasi ketahanan energinya.

Pada akhirnya, Eddy memandang ketahanan energi bukan isu teknis semata, melainkan faktor strategis yang menentukan stabilitas ekonomi dan arah pembangunan Indonesia ke depan. Ketahanan energi yang kuat, tegasnya, adalah prasyarat bagi kemampuan negara menjaga momentum pertumbuhan sekaligus melindungi masyarakat dari guncangan harga yang bisa datang kapan saja.

Tag: Ketahanan Energi, Eddy Soeparno, MPR, Energi Terbarukan, Kebijakan Energi