Orang Utan yang Pingsan Akibat Asap Karhutla di Kalimantan Barat Ditemukan Mati
2026-09-04 06:10 WIB · aindari · 👁 903 dibaca

Seekor orang utan yang sebelumnya pingsan karena terpapar asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat akhirnya tidak berhasil diselamatkan.
Seekor orang utan yang ditemukan pingsan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dilaporkan mati. Satwa yang sempat mendapat penanganan itu tidak mampu bertahan, menambah daftar panjang korban kebakaran yang melanda kawasan hutan Kalimantan.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada satwa liar yang bergantung pada ekosistem tersebut. Orang utan, sebagai salah satu spesies endemik paling ikonik di pulau ini, menjadi kelompok yang paling rentan ketika api dan asap merambah habitatnya.
Dampak karhutla terhadap populasi orang utan dilaporkan sangat signifikan. Kebakaran yang berulang disebut telah menghancurkan sekitar 60 persen habitat orang utan di Kalimantan, memaksa satwa ini kehilangan ruang hidup dan sumber pangan. Kondisi ini menempatkan keberlangsungan populasi orang utan dalam ancaman serius jangka panjang.
Tidak hanya orang utan, satwa liar lain pun ikut terdampak. Di Kalimantan Timur, setidaknya 11 ekor orang utan dan tenggiling dilaporkan terkena dampak karhutla. Tenggiling sendiri merupakan satwa yang sudah masuk dalam kategori terancam punah, sehingga setiap individu yang hilang memperburuk kondisi populasinya secara keseluruhan.
Para pegiat lingkungan mengingatkan bahwa kebakaran hutan yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia menempatkan satwa liar pada posisi yang paradoks — menjadi korban sekaligus pihak yang kerap disalahkan atas kerusakan ekosistem. Padahal, hilangnya predator dan satwa kunci dari suatu kawasan justru memicu ketidakseimbangan alam yang lebih luas.
Flora dan fauna endemik Kalimantan, yang merupakan bagian dari kekayaan hayati Indonesia, dinilai terancam musnah apabila laju kebakaran tidak segera dikendalikan. Orang utan sebagai spesies payung memiliki peran ekologis penting dalam penyebaran biji dan pemeliharaan struktur hutan, sehingga kepunahannya akan berdampak berantai bagi ekosistem sekitarnya.
Kematian orang utan di Kalimantan Barat ini menjadi pengingat nyata bahwa kebakaran hutan bukan sekadar bencana lingkungan, melainkan ancaman langsung bagi kelangsungan hidup spesies yang tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri dari bencana buatan manusia.
Tag: orang utan, karhutla, Kalimantan Barat, satwa liar, kebakaran hutan