Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Peternakan

Jawa Tengah Manfaatkan Teknologi Sexing Semen Beku untuk Genjot Populasi Sapi Perah

2026-09-04 17:06 WIB · aindari · 👁 432 dibaca

Pemprov Jateng mengandalkan inseminasi buatan berbasis semen beku sexing agar peternak bisa menentukan jenis kelamin anak sapi sesuai kebutuhan, sekaligus meluncurkan gerakan pengembangan persusuan daerah.

Jawa Tengah mengambil langkah konkret untuk memperbesar produksi susu sapi perah dengan memanfaatkan teknologi inseminasi buatan yang memungkinkan peternak memilih jenis kelamin anak sapi yang akan lahir. Teknologi ini dikembangkan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah melalui semen beku sapi perah sexing, dan menjadi salah satu andalan provinsi dalam mempercepat pertumbuhan populasi sapi perah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut inovasi tersebut memberi keleluasaan besar bagi peternak. Jika seorang peternak memiliki sepuluh ekor sapi dan ingin seluruh keturunannya betina, teknologi ini memungkinkan hal itu. Sebaliknya, jika dibutuhkan pejantan, pilihan itu pun tersedia. Dengan kata lain, komposisi populasi ternak kini bisa direncanakan secara lebih terarah.

Saat ini Jawa Tengah menyumbang sekitar 9,4 persen dari total produksi susu nasional dan berada di posisi ketiga secara nasional. Angka itu menjadi pijakan sekaligus tantangan bagi provinsi untuk terus mendorong kapasitas produksinya. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jateng Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan bahwa semen beku sexing yang dikembangkan BIB Jateng memungkinkan pengarahan jenis kelamin anak sapi secara presisi sesuai kebutuhan pengembangan usaha peternak.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Jateng menandatangani komitmen pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Kabupaten Brebes. Dalam kesempatan yang sama, semen beku sapi perah sexing diserahkan kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, disertai bantuan sapi perah kepada Kelompok Tani Banjarsari I di Desa Semampir, Kecamatan Reban. Dua kelompok tani di Batang juga menerima sertifikat Good Farming Practice (GFP), yakni Kelompok Tani Banjarsari I dan Kelompok Tani Sepet Harum II dari Desa Pacet.

Momen ini juga ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jateng — singkatan dari Gerakan Pengembangan Persusuan Jawa Tengah — sebagai kerangka program untuk memperkuat ekosistem industri susu di provinsi tersebut. Pengembangan sentra sapi perah di Batang dan Brebes menjadi bagian integral dari gerakan ini.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam Jateng Livestock Fest 2026 yang digelar di halaman Kantor Distannak Jawa Tengah, Semarang. Acara ini merupakan bagian dari Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung sepanjang 26 Agustus hingga 26 September 2026. Selain peluncuran Gerbang Susu, kegiatan diisi dengan penyerahan bantuan protein hewani, gelar pasar produk peternakan, Kreatif Bento Challenge, serta Gerakan Minum Susu yang dikenal dengan nama Gerimis.

Tag: sapi perah, inseminasi buatan, Jawa Tengah, produksi susu, peternakan