Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Politik

Di KTT BRICS, Prabowo Serukan Transformasi Kelemahan Jadi Kekuatan Ekonomi Bersama

2026-09-13 17:06 WIB · aindari · 👁 374 dibaca

Presiden Prabowo Subianto mendorong negara-negara BRICS memanfaatkan sumber daya alam dan solidaritas kolektif untuk membangun ekonomi yang lebih kuat dan berkeadilan.

Presiden Prabowo Subianto tampil di panggung KTT BRICS 2025 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu, dengan pesan sentral: negara-negara anggota harus mampu membalik kerentanan menjadi peluang nyata, bukan sekadar meratapi tantangan bersama.

Dalam sesi bertema ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan untuk pertumbuhan global yang inklusif, Prabowo menegaskan bahwa ketahanan ekonomi hanya bermakna jika manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat. Ia menyebut kelemahan struktural yang selama ini membayangi negara-negara berkembang seharusnya dilihat sebagai titik tolak, bukan hambatan permanen.

Indonesia, kata Prabowo, memahami tantangan itu dari pengalaman langsung. Sebagai negara kepulauan yang berada di kawasan Cincin Api, Indonesia berhadapan dengan ancaman kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, hingga aktivitas vulkanik. Namun di balik risiko itu, Indonesia menyimpan kekayaan yang justru relevan untuk era ekonomi hijau — mulai dari mineral kritis, tanah jarang, sumber energi terbarukan, hingga hutan tropis yang berperan penting bagi keseimbangan iklim dunia.

Prabowo menilai kondisi serupa berlaku di seluruh kawasan BRICS. Secara kolektif, negara-negara anggota menguasai porsi signifikan dari cadangan mineral kritis dan sumber daya energi global — modal besar yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Ia menyebut fondasi inilah yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan di abad hijau, sekaligus alasan mengapa respons terhadap bencana iklim tidak bisa dipisahkan dari agenda pembangunan nasional.

Lebih jauh, Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan banyak negara Global Selatan menghadapi persoalan yang saling terkait, sehingga penyelesaiannya pun membutuhkan pendekatan kolektif. Ia mendorong negara-negara BRICS untuk menyatukan sumber daya, kapasitas produksi, kemampuan teknologi, dan kekuatan pasar yang dimiliki bersama. Menurutnya, sinergi itu berpotensi menghasilkan dampak yang nyata dan signifikan bagi tatanan ekonomi dunia.

Pernyataan Prabowo di forum multilateral ini mencerminkan posisi Indonesia yang semakin aktif dalam diplomasi ekonomi global, khususnya dalam mendorong agenda pembangunan yang berpihak pada negara-negara berkembang. KTT BRICS menjadi salah satu panggung strategis bagi Jakarta untuk memperkuat narasi tersebut di tengah dinamika geopolitik yang terus bergeser.

Tag: BRICS, Prabowo Subianto, KTT BRICS, ekonomi hijau, Global Selatan