Indonesia Bebas Impor Beras, Stok Bulog Capai 4,7 Juta Ton
2026-09-15 06:03 WIB · aindari · 👁 645 dibaca

Setelah mengimpor sekitar 2 juta ton beras pada 2024, Indonesia kini mengandalkan produksi dalam negeri sepenuhnya dan mencatat stok cadangan pemerintah sebesar 4,7 juta ton.
Indonesia menorehkan capaian penting di sektor pangan: negara ini tidak lagi mengimpor beras sejak 2025 hingga pertengahan 2026, setelah bertahun-tahun bergantung pada pasokan dari luar negeri. Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini menyebut perubahan ini sebagai lompatan besar dalam tata kelola pangan nasional.
Anggia menyampaikan penilaian tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perum Bulog di Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia mengingatkan bahwa pada 2024, Indonesia masih mengimpor beras sekitar 2 juta ton untuk memenuhi kebutuhan nasional. Kini, kebutuhan itu dipenuhi sepenuhnya dari hasil panen petani dalam negeri — sebuah pergeseran yang ia nilai mencerminkan perbaikan nyata dalam kebijakan produksi dan penyerapan pangan.
Menurut Anggia, keberhasilan ini tidak hanya soal mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga membuktikan bahwa mekanisme penyerapan hasil panen petani berjalan lebih efektif. Ia menegaskan capaian ini perlu dijaga sebagai momentum memperkuat kemandirian pangan, dengan dukungan berkelanjutan kepada petani agar produksi terus meningkat.
Dari sisi stok, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melaporkan cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog per 14 September 2026 mencapai 4,722 juta ton. Angka ini turun dari posisi sebelumnya di kisaran 5,4 juta ton. Rizal menjelaskan penurunan tersebut terjadi karena beras telah banyak disalurkan melalui berbagai program pangan pemerintah sepanjang tahun berjalan, bukan karena berkurangnya pasokan masuk.
Capaian swasembada beras ini bukan berdiri sendiri. Pemerintah mencatat Indonesia kini juga telah mencapai swasembada untuk tujuh komoditas strategis lain, yakni jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Dengan tambahan beras, total ada delapan dari 11 komoditas strategis yang sudah tidak bergantung pada impor.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian. Pernyataan itu disampaikan Amran di Jakarta pada 1 September 2026.
Tag: swasembada beras, impor beras, Bulog, ketahanan pangan, pertanian Indonesia