Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Hukum

BNN Waspadai Narkotika Cair, Hampir 8 Ton Disita dalam Dua Bulan

2026-09-15 17:12 WIB · aindari · 👁 913 dibaca

Kepala BNN mengungkap pergeseran modus penyelundupan narkotika ke bentuk cair, termasuk penyusupan lewat rokok elektrik yang kian marak di kalangan anak muda.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyoroti munculnya narkotika dalam bentuk cair sebagai modus kejahatan baru yang terus berkembang dan perlu diantisipasi secara serius. Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyatakan tren ini telah terlihat dari sejumlah pengungkapan kasus besar yang dilakukan BNN bersama aparat penegak hukum lain dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam kurun dua bulan terakhir, BNN berhasil menyita hampir delapan ton narkotika melalui empat pengungkapan besar. Salah satu kasus yang menonjol adalah temuan sekitar 3,37 ton kuncup bunga ganja asal Thailand yang semula akan diekspor ke Eropa untuk diekstrak menjadi narkotika cair. Selain itu, BNN juga membongkar penyelundupan etomidate dan sabu dalam wujud cair, yang menggambarkan betapa bervariasinya bentuk dan cara peredaran narkotika saat ini.

Suyudi menegaskan bahwa rokok elektrik atau vape menjadi salah satu pintu masuk yang kian dimanfaatkan jaringan sindikat untuk mengedarkan narkotika cair, khususnya di kalangan anak muda. Pengguna terlihat seolah-olah memakai vape biasa, padahal cairan di dalamnya mengandung zat narkotika. Temuan ini diperkuat hasil uji laboratorium BNN terhadap 1.745 sampel rokok elektrik, di mana 1.716 di antaranya terdeteksi mengandung New Psychoactive Substances (NPS) atau jenis narkotika baru.

Ancaman kesehatan dari rokok elektrik tidak berhenti pada kandungan narkotikanya. Berdasarkan diskusi BNN dengan dokter spesialis jantung, paru, dan penyakit dalam, kandungan kimia dalam vape sendiri sudah berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius — risiko yang semakin besar apabila perangkat tersebut disusupi narkotika. Atas dasar itulah BNN mendorong pelarangan penggunaan rokok elektrik di lingkungan perusahaan.

Imbauan tersebut disampaikan langsung kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam kegiatan sosialisasi perkembangan peredaran narkotika yang digelar di Tangerang, Banten, pada 9 Juli. Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menyambut imbauan itu dengan menegaskan komitmen perusahaan menjaga lingkungan kerja yang aman dan bebas narkotika, mengingat tanggung jawab besar maskapai terhadap keselamatan penerbangan.

Glenny berharap kerja sama dengan BNN dapat mempertajam kewaspadaan seluruh personel Garuda terhadap ancaman narkotika, sehingga setiap karyawan mampu menjalankan tugasnya secara profesional. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, para pegawai Garuda Indonesia menjalani tes urine di akhir kegiatan sosialisasi sebagai langkah deteksi dini sekaligus penegasan budaya kerja bersih dari narkotika.

Tag: BNN, narkotika cair, vape, Garuda Indonesia, penyelundupan narkotika