Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Mentan Amran Ancam Turunkan Satgas jika Harga TBS Sawit Masih di Bawah Rp3.000

2026-09-17 17:03 WIB · aindari · 👁 574 dibaca

Menteri Pertanian menegaskan harga tandan buah segar kelapa sawit tidak boleh jatuh di bawah Rp3.000 per kilogram, dan siap mengerahkan satuan tugas jika larangan itu dilanggar.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit: harga tidak boleh menyentuh angka di bawah Rp3.000 per kilogram. Penegasan itu disampaikan saat kunjungannya ke Pekanbaru, Riau, pada Kamis ini.

Dalam kunjungan tersebut, Amran langsung menanyakan kondisi harga TBS di Provinsi Riau kepada Kepala Dinas Perkebunan setempat. Kepala Disbun Riau menyampaikan harga yang berlaku saat ini berada di angka Rp3.200 per kilogram. Amran menyambut angka itu, namun tetap mengingatkan agar tidak ada celah bagi praktik harga rendah, termasuk meminta konfirmasi apakah angka tersebut benar-benar berlaku di lapangan dan bukan sekadar angka resmi di atas kertas.

Masalah muncul ketika Kepala Disbun Riau mengakui bahwa di sejumlah daerah terpencil harga TBS masih berada di bawah batas Rp3.000 per kilogram. Amran mengakui adanya faktor biaya transportasi sebagai penyebab, namun tetap meminta Gubernur Riau turun tangan agar seluruh wilayah, termasuk yang terisolasi, bisa mendapatkan harga di atas ambang batas tersebut. Ia menegaskan bahwa jika masih ditemukan transaksi di bawah Rp3.000, satuan tugas akan langsung diturunkan.

Merujuk pada penetapan harga resmi Disbun Riau per 15 September, harga TBS terendah berlaku untuk kelompok tanaman berumur tiga tahun, yakni Rp3.028,66 per kilogram. Sementara harga tertinggi dicapai oleh kelompok umur sembilan tahun sebesar Rp3.912,24 per kilogram, dan TBS berumur 10 hingga 20 tahun ditetapkan di angka Rp3.871,50 per kilogram.

Amran juga menyinggung prospek ke depan. Ia menyebut Indonesia tengah menjalani negosiasi dengan sejumlah negara terkait komoditas sawit, dan apabila harga minyak sawit mentah atau CPO naik sebagai hasil dari proses itu, harga TBS di tingkat petani juga akan ikut dinaikkan.

Di sisi lain, Amran mengklaim tingkat kesejahteraan petani saat ini berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Nilai tukar petani secara umum disebut telah mencapai angka 126, sedangkan khusus untuk subsektor perkebunan angkanya sudah menyentuh 160. Menurutnya, sektor pertanian kini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Tag: TBS sawit, Amran Sulaiman, harga sawit, Kementerian Pertanian, petani sawit