Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Pentagon Kaji Penarikan Hingga 40.000 Tentara AS dari Eropa, NATO Khawatir

2026-09-18 15:01 WIB · aindari · 👁 688 dibaca

Departemen Pertahanan AS tengah mengevaluasi opsi pengurangan kehadiran militer di Eropa yang bisa mencapai sepertiga dari total pasukan yang ada.

Pentagon sedang mengkaji kemungkinan menarik sebagian besar pasukannya dari Eropa, dengan angka yang dibicarakan berkisar antara 25.000 hingga 40.000 personel. Jika terealisasi, pengurangan ini bisa memangkas hampir sepertiga dari sekitar 80.000 tentara Amerika Serikat yang saat ini bertugas di benua tersebut, demikian dilaporkan NBC News pada Kamis (17/9).

Informasi itu bersumber dari sejumlah pejabat AS dan Barat, baik yang masih aktif maupun mantan pejabat, yang mengetahui jalannya pembahasan internal. Meski demikian, belum ada keputusan resmi yang diambil. Opsi-opsi tersebut merupakan bagian dari proses peninjauan selama enam bulan yang dilakukan Pentagon terhadap postur militer AS di kawasan Eropa.

Jenderal Alexus Grynkewich, yang memimpin Komando Eropa AS sekaligus menjabat sebagai Panglima Tertinggi Sekutu NATO, dijadwalkan menyampaikan analisis awal kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Jumat. Penilaian itu diperkirakan mencakup berbagai opsi yang melibatkan kekuatan udara, laut, dan darat, termasuk kemungkinan memindahkan sebagian pasukan ke sisi timur aliansi NATO. Rekomendasi final diperkirakan baru akan diterima Hegseth pada 6 November, sebelum usulan apa pun dibawa ke hadapan Presiden Donald Trump.

Negara-negara seperti Jerman, Italia, dan Spanyol — yang menampung sejumlah pangkalan militer AS terbesar di Eropa — disebut sebagai pihak yang paling berpotensi terdampak. Wacana pengurangan ini memicu kekhawatiran di kalangan anggota parlemen dan pemerintah Eropa, yang memperingatkan bahwa penarikan pasukan secara cepat dapat melemahkan kemampuan NATO dalam menghadapi ancaman dari Rusia.

Langkah ini sejalan dengan sikap pemerintahan Trump yang selama ini mendorong negara-negara Eropa untuk mengambil porsi lebih besar dalam membiayai dan mengelola pertahanan konvensional mereka sendiri, sementara AS mengalihkan fokus sumber daya militernya ke kawasan lain.

Di sisi lain, NBC melaporkan adanya ketegangan internal antara Pentagon dan Departemen Luar Negeri terkait proses peninjauan ini. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dilaporkan turun tangan pada Juni setelah Pentagon bersiap memberikan penjelasan kepada para menteri pertahanan NATO mengenai kemungkinan pengurangan besar-besaran tersebut. Sejumlah senator secara terpisah juga meminta Rubio memastikan Departemen Luar Negeri dan para diplomat AS dilibatkan sepenuhnya dalam proses evaluasi postur pasukan itu.

Tag: Pentagon, NATO, pasukan AS, Eropa, pertahanan