Trump Akui Sedang Pertimbangkan Keputusan Besar soal Eskalasi Perang Iran
2026-09-18 20:31 WIB · aindari · 👁 508 dibaca

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan dirinya hampir mengambil keputusan krusial — apakah akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran atau tidak.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui tengah berada di persimpangan penting dalam konflik dengan Iran. Kepada outlet berita Axios pada Kamis (17/6), Trump menyatakan bahwa keputusan besar sedang mendekat, termasuk kemungkinan melancarkan operasi militer skala penuh untuk mengakhiri perang tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump menggambarkan pilihan yang ada sebagai sesuatu yang terbuka lebar — antara melancarkan serangan habis-habisan atau menahan diri. Ia menegaskan bahwa segala kemungkinan bisa terjadi di bawah kepemimpinannya, sebuah pernyataan yang mencerminkan ketidakpastian arah kebijakan Washington terhadap Teheran.
Meski Trump sebelumnya pernah melontarkan ancaman serupa, pernyataan kali ini dinilai lebih signifikan karena disampaikan menjelang pertemuan penting. Pada Selasa (22/6), Trump dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin enam negara Teluk di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York. Keenam negara tersebut adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman.
Pertemuan itu berpotensi menjadi penentu arah konflik selanjutnya. Laporan Axios menyebut agenda tersebut bisa mengarah pada dua skenario yang bertolak belakang: kembali ke jalur diplomasi, atau justru meningkatkan intensitas operasi militer. Jika Trump memilih opsi serangan besar, dukungan dari sekutu-sekutu regional tersebut menjadi syarat yang tidak bisa diabaikan.
Di sisi lain, dalam beberapa hari terakhir Trump berulang kali menyuarakan keyakinan bahwa perang akan segera berakhir — pernyataan yang kontras dengan nada ancaman eskalasi yang ia sampaikan kepada Axios. Kontradiksi ini mencerminkan dinamika internal yang kompleks di Washington.
Sejumlah pejabat AS yang dikutip dalam laporan yang sama memperingatkan bahwa situasi saat ini telah memasuki fase kebuntuan yang tidak bisa dipertahankan dalam jangka panjang — bukan perang penuh, namun juga bukan perdamaian. Para pejabat itu juga menilai Trump berpeluang kembali melancarkan operasi tempur besar-besaran setelah pemilu sela, apabila kesepakatan tidak berhasil dicapai sebelum tenggat waktu tersebut.
Kondisi ini menempatkan pertemuan dengan pemimpin negara-negara Teluk pekan depan sebagai momen yang akan diperhatikan secara luas, mengingat hasilnya bisa membentuk lanskap geopolitik kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.
Tag: Donald Trump, Iran, Timur Tengah, PBB, Geopolitik